Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profil Fatima Ezzahra El-Mansouri, PM Perempuan Pertama Maroko

3 min read
Profil Fatima Ezzahra El-Mansouri, PM Perempuan Pertama Maroko
potret Perdana Menteri Maroko yang baru, Fatima Ezzahra El-Mansouri (instagram.com/fatima.ezzahra.elmansouri)
  • Raja Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El-Mansouri sebagai Perdana Menteri Maroko pada 29 September 2026, menjadikannya perempuan pertama yang memimpin pemerintahan dalam sejarah demokrasi negara itu.
  • Lahir di Marrakesh pada 1976, Fatima berpendidikan hukum dan bisnis, pernah menjadi pengacara, Wali Kota Marrakesh, anggota parlemen, menteri, serta pemimpin Partai Authenticity and Modernity.
  • Pada 2025, Fatima membantah tuduhan konflik kepentingan terkait penjualan tanah keluarga; sebagai PM, ia berjanji membenahi ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Raja Maroko, Mohammed VI, resmi menunjuk Fatima Ezzahra El-Mansouri sebagai Perdana Menteri (PM) Maroko pada Selasa (29/9/2026). Penunjukan Fatima menjadi kepala pemerintah Maroko yang baru ini lantas menjadi berita besar. Sebab, Fatima menjadi PM perempuan pertama dalam sejarah demokrasi Maroko.

Fatima sendiri sebetulnya bukan tokoh kemarin sore di Maroko. Sebab, ia merupakan salah satu tokoh politik berpengaruh di negaranya. Ia juga sudah bertahun-tahun melanglang buana di pemerintahan. Lantas, siapa sebenarnya Fatima? Simak profil lengkapnya berikut ini.

  1. 1. Lahir di Kota Marrakesh pada 1976

    Fatima lahir di Kota Marrakesh, Maroko, pada 3 Januari 1976. Oleh karena itu, usianya saat ini sudah menginjak kepala lima alias 50 tahun. Ayahnya bernama Abderrahmane El-Mansouri, seorang pegawai negeri sipil lokal di Marrakesh. Ia juga pernah menjadi Duta Besar Maroko untuk Uni Emirat Arab (UEA).

    Dilansir Al-Monitor, Fatima merupakan pribadi yang sangat mementingkan pendidikan. Terbukti, Fatima pernah mengenyam studi di Jurusan Hukum di France’s University of Montpellier. Selain itu, ia juga pernah berkuliah di Jurusan Bisnis di Anglo-American Business Law Pace University di New York, Amerika Serikat (AS), dan di Jurusan Hukum Perdata di Mohammed V University di Rabat, Maroko.   

    Setelah puas mengenyam pendidikan, Fatima lantas kembali ke Maroko untuk bekerja sebagai seorang pengacara. Spesialisasinya adalah bidang Hukum Komersial dan Transaksi Real Estate. Kemudian, pada 2008, Fatima mulai terjun ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Authenticity and Modernity (PAM) yang saat itu baru resmi dibentuk.

  2. 2. Terpilih menjadi Wali Kota Marrakesh di usia 33 tahun

    Suasana di Kota Marrakesh, Maroko.
    potret Kota Marrakesh, Maroko (pexels.com/Margo Evardson)

    Karier politik Fatima di Maroko ternyata meningkat cukup cepat. Usai setahun bergabung dengan PAM atau tepatnya pada 2009, ia terpilih menjadi Wali Kota Marrakesh, kota kelahirannya. Saat itu, usianya masih terbilang sangat muda untuk sekelas pejabat negara, yakni 33 tahun. 

    Tidak sampai di situ. Pada 2011, Fatima terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Maroko. Fatima pun menjabat selama dua periode, yakni dari 2011 hingga 2016 dan dari 2016 hingga 2021. Dari 2015 hingga 2024, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Nasional PAM.

    Pada 2021, Fatima bergabung dalam kabinet PM Maroko saat itu, Aziz Akhannouch, sebagai Menteri Perencanaan Wilayah Nasional, Perencanaan Kota, Perumahan, dan Kebijakan Kota. Pada 2024, Fatima didapuk menjadi Koordinator Kepemimpinan Kolektif PAM dan pada 2026 terpilih menjadi pemimpin partai tersebut.  

  3. 3. Pernah menghadapi kasus yang cukup sensitif pada 2025

    Seseorang sedang memberi sejumlah uang.
    ilustrasi kasus sensitif (pexels.com/cottonbro studio)

    Pada 2025, Fatima pernah menghadapi kasus yang cukup sensitif di Maroko. Kala itu, ia dituduh terlibat dalam konflik kepentingan karena menjual tanah milik keluarganya yang ada di Marrakesh. Tuduhan itu mencuat usai dokumen penjualan tanah tersebut tersebar di internet akibat ulah kelompok hacker bernama Jabaroot. 

    Namun, Fatima membantah semua tuduhan tersebut. Ia mengatakan, lahan di Marrakesh yang ia jual murni merupakan milik keluarganya dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan posisinya di pemerintahan. 

    Sebagai PM Maroko yang baru, Fatima punya beberapa misi yang ingin ia tuntaskan. Dalam kampanyenya, ia berjanji akan memperbaiki kondisi perekonomian Maroko yang kini sedang menurun. Selain itu, ia juga mengatakan ingin fokus memperbaiki layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial di negaranya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More