Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel dan Maroko Sepakat Perbarui Hubungan Diplomatik

2 min read
Israel dan Maroko Sepakat Perbarui Hubungan Diplomatik
potret bendera Israel (unsplash.com/Levi Meir Clancy)
  • Israel dan Maroko sepakat memperbarui hubungan diplomatik setelah pertemuan Menlu Israel Gideon Sa'ar, pejabat Maroko Nasser Bourita, dan Dubes AS untuk PBB Mike Waltz.
  • Kedua negara akan meningkatkan misi diplomatik menjadi kedutaan besar serta menunjuk duta besar masing-masing untuk memimpin perwakilan diplomatik.
  • Kesepakatan ini melanjutkan Abraham Accord 2020; sebelumnya Israel dan Maroko hanya berhubungan melalui kantor penghubung tanpa kedutaan besar maupun duta besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel dan Maroko sepakat untuk memperbarui hubungan diplomatik. Kesepakatan ini diumumkan oleh Israel dalam sebuah unggahan di media sosial X pada Rabu (16/92026) kemarin.

Israel menjelaskan, kesepakatan pembaruan hubungan diplomatik ini diraih saat Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, melakukan pertemuan dengan pejabat Maroko, Nasser Bourita, dan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, beberapa waktu lalu.

  1. 1. Israel dan Maroko akan membuka kedutaan besar

    Bangunan gedung tinggi di pinggi sungai.
    ilustrasi kedutaan besar (pexels.com/Виктор Соломоник)

    Sebagai perwujudan pembaruan hubungan diplomatik ini, Israel dan Maroko akan sama-sama membuka kedutaan Besar (kedubes). Selain itu, kedua negara juga akan segera menunjuk seorang duta besar (dubes) untuk memimpin perwakilan diplomatiknya.

    "Para pejabat Israel dan Maroko menyepakati serangkaian langkah yang bertujuan untuk memperkuat hubungan, termasuk meningkatkan status misi diplomatik masing-masing negara menjadi kedutaan besar dan menunjuk duta besar", demikian bunyi pernyataan Israel, seperti dikutip The New Arab.

  2. 2. Pembaruan hubungan diplomatik Israel dan Maroko merupakan kelanjutan dari Abraham Accord 2020

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menyampaikan pernyataan soal Abraham Accord di Gedung Putih pada 2020.
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menyampaikan pernyataan soal Abraham Accord di Gedung Putih pada 2020. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

    Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari Abraham Accord pada 2020. Abraham Accord sendiri merupakan perjanjian antara sejumlah negara Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Perjanjian ini diinisiasi oleh AS.

    Maroko sendiri merupakan salah satu negara Arab yang menyetujui Abraham Accord pada 2020 selain Bahrain, Sudan, dan Uni Arab Emirat (UAE). Inilah yang akhirnya membuat Maroko bersedia memperbarui hubungan diplomatiknya dengan Israel ke level yang lebih tinggi.

  3. 3. Israel dan Maroko sebelumnya hanya melakukan hubungan diplomatik lewat kantor penghubung

    Upaya diplomasi.
    ilustrasi hubungan diplomatik (unsplash.com/Markus Winkler)

    Sebelumnya, Israel dan Maroko hanya melakukan hubungan diplomatik melalui kantor penghubung yang ada di masing-masing wilayah. Tidak ada kantor kedubes atau dubes yang mengoordinasikan hubungan diplomatik tersebut. Oleh karena itu, hubungan diplomatik Tel Aviv dan Rabat kala itu berjalan secara tidak formal.

    Namun, Israel sebentar lagi akan segera mempunyai kedubes di Maroko. Begitu pula sebaliknya. Menurut sejumlah pengamat, ini menjadi dobrakan penting dalam hubungan diplomatik kedua negara usai sama-sama menyetujui Abraham Accord pada 2020.

    “Pembentukan hubungan diplomatik, damai, dan persahabatan penuh antara Maroko dan Israel adalah kepentingan bersama kedua negara dan akan memajukan perdamaian,” demikian bunyi pernyataan bersama antara Israel, Maroko, dan AS dilansir Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More