Raja Mohammed VI menunjuk El-Mansouri sebagai kepala pemerintahan usai partainya, Partai Authenticity and Modernity (PAM), berhasil memenangi pemilihan umum (pemilu) parlemen yang dihelat pada 23 September pekan lalu. Dalam pemilu tersebut, PAM memenangkan 97 kursi parlemen. Diikuti oleh Partai National Rally of Independents (RNI) yang berhaluan liberal-sentris dengan 66 kursi, dan Partai Istiqlal yang berhaluan nasionalis konservatif dengan 65 kursi.
Maroko Tunjuk Perdana Menteri Perempuan Pertama dalam Sejarah

- Raja Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El-Mansouri sebagai perdana menteri perempuan pertama Maroko setelah PAM memenangi pemilu parlemen dengan 97 kursi.
- Raja meminta El-Mansouri segera membentuk pemerintahan baru, termasuk menyiapkan dana 20 miliar dolar AS untuk Piala Dunia 2030 dan menangani kasus imigran Ceuta.
- El-Mansouri, pengacara berusia 50 tahun, pernah menjadi Wali Kota Marrakech dan Menteri Perumahan; penunjukannya sesuai kewenangan raja dalam monarki konstitusional Maroko.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Maroko resmi menunjuk Fatima Ezzahra El-Mansouri sebagai Perdana Menteri (PM) perempuan pertama dalam sejarah demokrasi negara. Dilansir The New Arab, El-Mansouri ditunjuk oleh Raja Maroko, Mohammed VI, pada Selasa (29/9/2026) kemarin.
1. Raja Mohammed VI meminta El-Mansouri segera membentuk pemerintahan baru

potret Raja Maroko, Mohammed VI (flickr.com/UN Climate Change via commons.wikimedia.org/UN Climate Change) Dalam pernyataan tertulis, Raja Mohammed VI memerintahkan El-Mansouri untuk segera membentuk pemerintahan yang baru. Sebab, ke depannya, akan ada banyak tugas dan agenda yang harus disiapkan Maroko. Salah satunya adalah menyiapkan dana 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp360 triliun untuk Piala Dunia 2030. Sebab, Maroko akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Spanyol dan Portugal.
Selain itu, El-Mansouri juga memiliki tugas berat untuk menyelesaikan kasus imigran Ceuta yang sempat panas pada Juli lalu. Sebab, kasus yang satu ini telah membuat hubungan Maroko dan Spanyol memanas. Oleh karena itu, Raja Mohammed VI berharap El-Mansouri bisa segera menyelesaikan masalah tersebut dengan baik.
2. El-Mansouri pernah menjadi menteri sebelum ditunjuk menjadi PM
El-Mansouri sendiri dikenal sebagai salah satu pengacara dan politikus terkenal di Maroko. Sebelum ditunjuk menjadi PM, perempuan yang kini berusia 50 tahun itu pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di pemerintahan. Ia pernah menjadi Wali Kota Marrakech dan Menteri Perumahan Maroko dalam pemerintahan yang kini sedang berjalan.
El-Mansouri sendiri resmi terjun ke dunia politik bertepatan dengan berdirinya PAM pada 2008. Ketika itu, PAM resmi dibentuk oleh seorang penasihat Raja Maroko dengan tujuan untuk menyaingi Partai Islamist Justice and Development (PJD). Saat ini, PAM menjadi partai terbesar kedua dalam koalisi pemerintahan yang sedang berjalan.
3. Raja di Maroko berhak menunjuk Perdana Menteri

potret Raja Maroko, Mohammed VI (flickr.com/Department of State via commons.wikimedia.org/US Embassy Rabat) Sebagai informasi, Maroko merupakan negara monarki konstitusional. Dalam aturan konstitusi Maroko, seorang raja sebagai kepala negara punya hak dan otoritas penuh untuk menunjuk PM yang bertugas memimpin dan menjalani roda pemerintahan. Seorang yang akan ditunjuk sebagai PM adalah politisi dari partai pemenang pemilu yang memiliki jumlah perwakilan terbanyak di parlemen.
Selama beberapa tahun terakhir, Raja Mohammed VI memang sering menunjuk perempuan untuk menjadi bagian dari pemerintahannya. Dalam pemerintahan yang kini sedang berjalan saja, ada sekitar empat menteri dari kalangan perempuan. Para penasihat khusus pemerintah juga banyak yang berasal dari kalangan perempuan.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















