Ilustrasi Markas PBB di New York, Amerika Serikat (www.instagram.com@unitednations)
Aksi Rangzen memicu simpati dari komunitas warga Tibet di pengasingan. Mereka berkumpul di depan markas PBB untuk memberikan penghormatan dan menganggap aksi tersebut sebagai pengorbanan demi menarik perhatian dunia.
Meskipun begitu, para pemimpin Tibet di pengasingan tetap meminta warganya untuk mengutamakan keselamatan jiwa. Catatan organisasi kemanusiaan menunjukkan lebih dari 150 warga Tibet telah melakukan aksi bakar diri sejak 2009 sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Beijing.
Perwakilan komunitas menegaskan perjuangan kemerdekaan harus tetap dilakukan lewat jalur dalam tanpa mengorbankan nyawa. Sementara itu, pihak PBB memastikan insiden ini tidak mengganggu jalannya pertemuan resmi mereka.
"Meskipun kami menghormati perjuangannya, nyawa manusia sangat berharga dan harus dijaga demi perjuangan jangka panjang bagi Tibet," kata kepala pemerintahan Tibet di pengasingan, Penpa Tsering, dilansir Livemint.