Tarik Napas! Tarif TransJabodetabek Diusulkan Naik Jadi Rp10 Ribu

- DTKJ mengusulkan kenaikan tarif TransJabodetabek dari Rp3.500 menjadi Rp10.000 sebagai hasil kajian penyesuaian tarif transportasi umum melalui dialog publik.
- Usulan tarif didasarkan pada asas keadilan karena jarak tempuh TransJabodetabek lebih panjang dibanding layanan dalam kota, serta mencakup integrasi dengan TransJakarta yang diusulkan bertarif Rp5.000.
- Rencana ini juga mendorong integrasi lebih luas antar moda transportasi, termasuk LRT dan MRT, agar perjalanan warga Jabodetabek semakin efisien dan terhubung.
Jakarta, IDN Times – Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan tarif layanan TransJabodetabek naik dari Rp3.500 menjadi Rp10.000. Usulan tersebut muncul dari kajian penyesuaian tarif transportasi umum yang dibahas melalui dialog publik.
Ketua DTKJ Sugihardjo mengatakan usulan penyesuaian tarif bukan berarti pemerintah tidak lagi memberikan subsidi bagi layanan TransJabodetabek, tapi mendorong warga penyangga beralih ke transportasi umum.
"Yang sudah berlaku ini dari 2005 sampai 2021 semuanya Rp3.500 kan untuk BRT TransJakarta, untuk juga yang ke mana, Blok M ke Bandara, terus juga untuk TransJabodetabek. Kita mendorong penyesuaian tarif tapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Nah ini kami sudah usulkan," ucap Sugihardjo dikutip Senin (6/6/2026).
1. Usulan tarif berdasarkan jarak

Sugihardjo menjelaskan, DTKJ menggunakan asas keadilan atau fairness dalam menyusun usulan tarif, karena jarak tempuh layanan TransJabodetabek jauh lebih panjang dibanding layanan di dalam Jakarta.
"Dalam hal ini kita pakai asas fairness karena jaraknya dari Jabodetabek ke Jakarta kan jauh, lebih panjang. Jadi kilometer tempuhnya lebih panjang. Kalau biayanya sama, itu tidak fair," ujarnya.
2. Tarif Transjakarta diusulkan Rp5.000

Sugihardjo mengatakan usulan tarif Rp10 ribu tidak bisa dilihat semata-mata sebagai kenaikan dari tarif saat ini sebesar Rp3.500. Sebab, dalam skema yang diusulkan, penumpang TransJabodetabek nantinya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan TransJakarta dalam satu kelompok tarif.
"Yang luar kota jadinya Rp10 ribu. Kalau dari selama ini Rp3.500 naiknya kan jadi Rp10 ribu kan naik. Tapi juga kalau dilihat dari sekarang dia bisa menggunakan TransJakarta, TransJakartanya sendiri kan sudah Rp5.000 yang usulan kita," kata dia.
3. Integrasi dengan transportasi umum

Menurut Sugihardjo, usulan tersebut membuat layanan TransJabodetabek tidak lagi berdiri sendiri. Penumpang akan memperoleh kemudahan, karena tarif yang dibayarkan sudah mencakup perjalanan lanjutan menggunakan TransJakarta. Ke depan, DTKJ juga mendorong integrasi yang lebih luas dengan moda transportasi berbasis rel, yakni LRT dan MRT.
"Apalagi nanti kalau misalnya kita mendorong sebetulnya integrasinya bukan sesama moda transportasi jalan, tapi dengan LRT dan MRT. Kalau TransJabodetabeknya digabungkan lagi ke situ berarti kan sudah integrasi semua moda," ujarnya.


















