Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Puluhan Warga Terusir di Hebron Gelar Aksi Tuntut Pulang ke Rumah
ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Hosny salah)
  • Puluhan warga Palestina, termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia, berunjuk rasa di Hebron menuntut pemulangan ke rumah serta penghentian blokade dan pengusiran paksa.
  • Operasi militer Israel selama delapan hari membuat sekitar 5.000 warga terdampak pengungsian atau pengepungan, sekaligus mengganggu pembelajaran tatap muka bagi 2.872 siswa di 66 sekolah.
  • Pasukan Israel menyita rumah untuk pos militer dan melakukan penahanan massal; penutupan wilayah Hebron diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi Rp58 miliar hingga Rp69,6 miliar per hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Puluhan warga Palestina yang menjadi korban pengusiran paksa oleh tentara Israel menggelar aksi unjuk rasa di kota Hebron, bagian selatan Tepi Barat yang diduduki, Jumat (30/10/2026). Mereka berkumpul untuk menuntut hak kembali ke rumah mereka yang berada di kawasan Al-Jalda dan Ein Deir Baha.

Aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh anak-anak, perempuan, dan warga lanjut usia di dekat Bundaran Al-Jalda yang ditutup oleh pasukan Israel. Para peserta aksi mendesak penghentian blokade militer serta menolak kebijakan pengusiran paksa di wilayah tempat tinggal mereka.

1. Ribuan warga mengungsi dan KBM tatap muka puluhan sekolah terganggu

ilustrasi pengungsi (pexels.com/Sanjeev Kumar)

Operasi militer dan penutupan wilayah oleh pasukan Israel di Hebron telah berlangsung selama delapan hari berturut-turut. Berdasarkan laporan Anadolu, pihak Kotamadya Hebron pada Selasa (27/10/2026) menyatakan bahwa 4.969 warga Palestina dari 780 keluarga telah mengungsi akibat operasi militer tersebut.

Laporan kantor berita WAFA menyebutkan lebih dari 780 keluarga terdampak serangan, dengan 537 keluarga di antaranya terusir sepenuhnya secara paksa. Sekitar 5.000 warga Palestina kini menghadapi kondisi pengepungan dan pengusiran paksa, baik karena dipaksa keluar dari rumah maupun terkepung di dalamnya.

Pengepungan militer ini juga mengganggu kegiatan belajar mengajar tatap muka di 66 sekolah dan berdampak langsung pada 2.872 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.198 siswa berada di bawah penutupan langsung, sementara 674 siswa lainnya berasal dari keluarga yang terusir sehingga tidak bisa menuju ruang kelas.

2. Operasi militer berujung penyitaan rumah warga

Israel Defense Forces (Pasukan Pertahanan Israel) (Israel Defense Forces, CC BY 2.0, via WIkimedia Commons)

Kampanye militer di Hebron dimulai pada Jumat (23/10/2026) pekan sebelumnya setelah adanya serangan oleh dua warga Palestina yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya. Tentara Israel kemudian menembak mati kedua warga Palestina tersebut.

Setelah insiden penyerangan tersebut, pasukan Israel menutup akses ke Hebron serta desa-desa di sekelilingnya. Pasukan militer juga menyita rumah-rumah warga Palestina di kawasan Al-Jalda dan Ein Deir Baha untuk dialihfungsikan menjadi pos militer.

Pasukan Israel tercatat mengibarkan bendera Israel di beberapa rumah yang telah disita. Selain itu, operasi militer ini meliputi penggerebekan ke permukiman, penutupan pintu masuk kota, hingga perusakan rumah serta bangunan komersial pada hari-hari pertama kampanye berlangsung.

3. Penahanan massal warga dan kerugian ekonomi capai miliaran rupiah

Hebron, Palestina (Oren Rozen, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Perhimpunan Tahanan Palestina mencatat tentara Israel menangkap 110 warga Palestina di seluruh Governorat Hebron dalam rentang hari Jumat hingga Rabu. Sementara itu, WAFA melaporkan bahwa sejak awal operasi militer lebih dari 115 orang telah ditahan, termasuk seorang anak perempuan, dengan ratusan lainnya ditahan serta mengalami perlakuan kasar.

Pasukan Israel terus menutup kawasan Al-Jalda dan Ein Deir Baha sambil terus melakukan penggerebekan dan perusakan tempat tinggal warga. Keluarga yang terusir menuntut agar tentara Israel segera mencabut blokade sehingga mereka dapat kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Kamar Dagang Hebron memperkirakan kerugian langsung akibat operasi militer dan penutupan harian berkisar antara 10 juta hingga 12 juta syekel per hari atau setara Rp58 miliar hingga Rp69,6 miliar (kurs Rp5.800 per syekel Israel). Dari total kerugian harian tersebut, sektor susu saja menderita kerugian sekitar satu juta syekel atau sekitar Rp5,8 miliar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article