Meksiko Tolak Texas Deklarasi Kepemilikan 9 Pulau di Sungai Rio Grande

Kementerian Luar Negeri Meksiko menolak deklarasi sepihak Texas atas sembilan pulau di Sungai Rio Grande dan menuntut kepatuhan pada Perjanjian Perbatasan AS-Meksiko 1970.
Meksiko menegaskan penetapan perbatasan darat hanya menjadi kewenangan International Boundary and Water Commission (CILA), sambil memantau tindakan Texas dan mendorong penyelesaian melalui mekanisme resmi.
Texas mengklaim pulau-pulau itu untuk pemantauan dan perlindungan, telah menempatkan tentara; di tengahnya, Meksiko dan AS melanjutkan negosiasi perdagangan terkait kerangka T-MEC.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Meksiko menolak deklarasi kepemilikan sepihak Texas atas sembilan pulau di Sungai Rio Grande pada Jumat (30/10/2026). Meksiko mendorong kepemilikan sesuai dengan Perjanjian Perbatasan pada 1970 antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko.
Pada Juli 2023, AS dan Meksiko sempat bersitegang terkait dengan masuknya pembatas terapung di Sungai Rio Grande ke wilayahnya. Menurutnya, pendirian pembatas tersebut telah mencederai perjanjian perbatasan AS dan Meksiko.
1. Meksiko sebut otoritas negara tidak dapat menentukan perbatasan di Sungai Rio Grande

suasana di perbatasan AS-Meksiko (unsplash.com/gregbulla) Kemlu Meksiko menekankan bahwa perbatasan lahan di Sungai Rio Grande tidak dapat ditentukan oleh otoritas dari AS maupun Meksiko. Penentu utama perbatasan darat antara kedua negara hanya dapat ditentukan oleh International Boundary and Water Commission (CILA).
Dilansir Telesur, Meksiko akan terus memantau dari dekat segala aksi yang dilakukan pemerintah Texas di area perbatasan. Pihaknya mendesak Texas untuk tetap mengikuti perjanjian perbatasan dan menyelesaikan masalah ini melalui mekanisme yang sudah didirikan.
2. Texas pastikan pulau di Rio Grande sebagai miliknya

ilustrasi bendera Texas (unsplash.com/adamthomas48) Pada Selasa (27/10/2026), Texas mendeklarasikan sembilan pulau di tengah aliran Sungai Rio Grande sebagai miliknya. Pemerintah negara bagian menekankan bahwa penetapan pulau tersebut untuk pemantauan dan perlindungan.
“Selama bertahun-tahun, kepemilikan pulau-pulau tersebut tidak jelas, sehingga membatasi pemantauan dan perlindungan dari kartel narkoba, penyelundup narkoba dan migran,” terang Komisaris Lahan Texas, Dawn Buckingham, dikutip dari Border Report.
Otoritas Texas juga sudah membersihkan vegetasi di pulau tersebut dan sudah menempatkan tentara. Kesembilan pulau tersebut diketahui berada di Texas Selatan yang membentang dari Laredo ke McAllen.
3. Meksiko lanjutkan dialog perdagangan dengan AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates) Pekan lalu, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa negosiasi soal perdagangan dengan Presiden AS, Donald Trump masih berlanjut dan hampir mencapai kesepakatan. Namun, ia tidak menyebutkan apa capaian dari negosiasi kedua negara.
Dilansir EFE, pernyataan ini disampaikan setelah Trump menyinggung soal rencana pengurangan pajak bilateral yang disebut menguntungkan kedua negara. Negosiasi dagang ini berkaitan dengan pengkajian kerangka Perjanjian antara Meksiko, AS, dan Kanada (T-MEC) usai penangguhan pembaruan instrumen trilateral.





















