Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Netanyahu Tuding Hamas Dalangi Penembakan Hebron, Tepi Barat Ditutup

3 min read
Netanyahu Tuding Hamas Dalangi Penembakan Hebron, Tepi Barat Ditutup
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (Avi Ohayon, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
  • Netanyahu memerintahkan penutupan total Tepi Barat setelah penembakan dekat Hebron melukai lima orang; militer Israel menewaskan dua pria terduga pelaku dan mengklaim mereka membawa senjata.
  • Usai rapat Kabinet Keamanan, Netanyahu menuduh Hamas merencanakan serangan. Israel mengepung Hebron, menangkap puluhan orang terkait Hamas dan Jihad Islam, serta membatasi akses desa-desa Palestina.
  • Menjelang pemilu Israel, sejumlah pejabat mendukung pembatasan pergerakan Palestina. PBB mencatat 160 serangan pemukim terkait panen zaitun dalam dua pekan pertama Oktober, termasuk pencurian hasil panen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memutuskan menutup total Tepi Barat yang diduduki mulai Jumat (23/10/2026). Kebijakan darurat tersebut menyusul laporan militer Israel yang menewaskan dua pria terduga pelaku penembakan di dekat Hebron, yang mengakibatkan lima orang terluka.

Setelah menggelar pertemuan dengan Kabinet Keamanan Israel, Netanyahu menuduh Hamas merencanakan serangan tersebut. Militer Israel mengklaim telah menggagalkan potensi serangan terhadap warga sipil karena kedua pria itu membawa senapan M16 dan pistol, meski identitas mereka belum diketahui.

  1. 1. Petugas medis evakuasi korban penembakan ke rumah sakit

    ilustrasi rumah sakit (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi rumah sakit (pexels.com/Pixabay)

    Magen David Adom (MDA), layanan darurat utama Israel, melaporkan penembakan terjadi sekitar pukul 07.15 waktu setempat di dekat Persimpangan Yehuda. Petugas medis menangani sedikitnya lima korban di lokasi kejadian, termasuk dua orang yang berada dalam kondisi kritis saat baku tembak berlangsung, sebelum mengevakuasi mereka ke rumah sakit di Israel.

    Kantor PM Israel menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengepung Kota Hebron dan mempersiapkan penutupan menyeluruh di Tepi Barat. Kebijakan ini menjadi penutupan keempat dalam sebulan terakhir, yang membatasi akses sementara ke desa-desa Palestina, sedangkan jalan utama tetap terbuka bagi pemukim Israel.

    Dalam operasi tersebut, militer Israel mengaku telah melakukan puluhan tindakan hukum dan menangkap puluhan orang yang diduga memiliki hubungan dengan Hamas serta Jihad Islam. Netanyahu juga memuji tindakan para prajurit yang terlibat dalam penanganan insiden penembakan tersebut.

    “Prajurit-prajurit pemberani kami menggagalkan serangan ini dengan keberanian dan keteguhan. Saya memuji tindakan mereka dan berharap yang terluka segera pulih,” ujar Netanyahu, dikutip NBC News.

  2. 2. Pejabat Israel dukung pembatasan pergerakan warga Palestina

    bendera Israel
    bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)

    Penembakan di dekat Hebron terjadi menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa mendatang. Kontestasi tersebut secara luas dipandang sebagai referendum publik atas kepemimpinan Netanyahu setelah serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza.

    Pemerintah Israel juga memperingatkan kemungkinan serangan dari pihak luar menjelang pemungutan suara, tetapi tidak menyertakan bukti untuk mendukung peringatan tersebut. Di tengah situasi keamanan ini, sejumlah pejabat senior Israel menyampaikan dukungan terhadap pembatasan pergerakan warga Palestina di Tepi Barat.

    Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menilai penutupan wilayah diperlukan untuk melindungi penduduk Israel.

    “Kehidupan penduduk Yudea dan Samaria, para pemukim, kehidupan tentara, kehidupan petugas polisi, kehidupan para pejuang kami satu juta kali lebih penting daripada kebebasan bergerak,” kata Ben-Gvir, dikutip NPR.

    Sementara itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mendorong perluasan operasi militer untuk membongkar Otoritas Palestina.

  3. 3. PBB catat lonjakan serangan pemukim Israel saat panen zaitun

    Bendera PBB
    Bendera PBB (Denelson83, Zscout370 ve Madden, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Ketegangan keamanan di Tepi Barat berlangsung bertepatan dengan dimulainya musim panen zaitun di wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak 1967. Selama panen, petani Palestina biasanya didampingi para aktivis untuk mengantisipasi kemungkinan serangan dari pemukim Israel.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sedikitnya 160 serangan pemukim Israel yang berkaitan dengan musim panen zaitun dalam dua minggu pertama Oktober. Menurut laporan PBB, sebagian besar insiden tersebut terjadi di bawah perlindungan atau melibatkan partisipasi langsung pasukan Israel.

    Selain kekerasan fisik, gangguan yang dialami warga Palestina juga mencakup pencurian hasil panen zaitun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More