Potret Ceuta (commons.wikimedia.org/RACHID BAYA)
Krisis ini berawal dari gelombang masuk 72 ribu migran asal Maroko ke perbatasan Ceuta hanya dalam dua hari pada akhir Juli lalu. Lonjakan tak terduga tersebut melampaui kapasitas fasilitas darurat sehingga pemerintah harus menambah pasukan pengaman.
Spanyol bergerak cepat memulangkan puluhan ribu orang dan merancang aturan darurat guna mempercepat proses deportasi sisanya. Meski Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dikenal pro-migran, pengetatan aturan suaka tetap diusulkan walau menuai kritik dari praktisi hukum serta lembaga swadaya masyarakat.
"Pemerintah sedang menganalisis perubahan hukum, namun hal itu tidak mudah karena sangat erat kaitannya dengan persoalan hukum internasional," ungkap Menteri Kebijakan Teritorial Spanyol, Angel Victor Torres.
Saat ini, sekitar 10 ribu pendatang masih tertahan di Ceuta untuk menjalani pendataan administratif. Otoritas lokal pun memperketat penjagaan fasilitas umum guna menjaga ketertiban di kota tersebut.