Jakarta, IDN Times - Sekitar 400 sekolah di Prancis diperkirakan akan melanjutkan penutupan dan beralih ke pembelajaran daring pada Jumat (2/10/2026). Penutupan tersebut menyusul gelombang protes pelajar yang memanas dan berubah menjadi kekerasan di sejumlah lokasi.
Pemerintah Prancis memperingatkan bahwa gelombang protes siswa sekolah menengah telah berkembang pesat dan berubah menjadi kekerasan perkotaan. Aksi protes tersebut bermula di wilayah Paris pada pekan lalu dan dengan cepat meluas ke seluruh penjuru negeri.
Menurut pihak kepolisian, sekitar 900 aksi demonstrasi, pemblokiran, dan insiden terkait sedang berlangsung di luar sekolah-sekolah menengah di berbagai wilayah Prancis. Selain itu, akses menuju sekitar 30 universitas juga diblokir pada Kamis, termasuk di Paris dan Marseille, dikutip dari The Guardian.
