Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kunjungi Prancis, Paus Leo XIV Ingatkan Bahaya AI

4 min read
Kunjungi Prancis, Paus Leo XIV Ingatkan Bahaya AI
Paus Leo XIV (Edgar Beltrán, The Pillar, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Paus Leo XIV memulai kunjungan empat hari ke Prancis dengan peringatan agar AI melayani manusia, disertai pertimbangan etis untuk mencegah dominasi teknologi dan pengabaian martabat manusia.
  • Di hadapan pejabat Prancis, Paus mengkritik komersialisasi bioteknologi dan sains medis, menolak bantuan bunuh diri serta senjata nuklir, dan menyoroti manipulasi hukum oleh penguasa.
  • Lawatan kenegaraan paus pertama ke Prancis dalam 18 tahun mencakup doa di Notre-Dame, misa besar di Paris dan Lourdes, pertemuan korban pelecehan klerus, serta pidato perdamaian di Metz.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Leo XIV memperingatkan bahaya perkembangan kecerdasan buatan atau AI saat memulai kunjungan empat hari di Prancis pada Jumat (25/9/2026). Peringatan itu disampaikan di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan ratusan pejabat di Istana Élysée, Paris.

Lawatan ini menjadi kunjungan resmi kenegaraan pertama pemimpin Vatikan ke Prancis dalam 18 tahun terakhir. Selain menyoroti ancaman AI, Paus juga menyuarakan isu perdamaian dunia, penolakan senjata nuklir, serta etika dalam sains modern.

  1. 1. Paus ingatkan bahaya AI bagi kemanusiaan

    Paus Leo XIV
    Paus Leo XIV (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Paus Leo XIV menyoroti perkembangan AI saat berpidato di Istana Élysée dan markas UNESCO di Paris. Ia menegaskan bahwa teknologi AI harus tetap melayani manusia dan tidak menjadi alat dominasi maupun ketidakadilan.

    Paus menilai masyarakat modern kini menghadapi serbuan teknologi yang mengendalikan rutinitas harian. Menurutnya, publik memerlukan bekal pertimbangan moral agar tidak tergilas oleh kemajuan teknologi tersebut.

    "Jika kita ingin menghindari merosotnya kemanusiaan di tengah surga mesin yang menyerbu dan mengondisikan kehidupan harian kita, ada kebutuhan mendesak untuk menumbuhkan pertimbangan etis," ujar Paus Leo XIV, dilansir The Guardian.

    Paus juga menyoroti perlakuan terhadap martabat manusia pada era AI. Ia menilai sistem mesin kini diberi label cerdas, sementara manusia justru rentan disingkirkan jika dianggap tidak lagi produktif dan efisien.

    Isu AI telah menjadi fokus perhatian Paus sejak awal masa jabatannya pada 2025 melalui ensiklik "Magnificent Humanity". Ia pun mengapresiasi dialog dengan para petinggi teknologi yang mulai fokus memastikan AI tidak merusak peradaban manusia.

  2. 2. Kecam senjata nuklir hingga komersialisasi sains medis

    ilustrasi senjata nuklir
    ilustrasi senjata nuklir (unsplash.com/Stephen Cobb)

    Selain membahas AI, Paus menyoroti bahaya komersialisasi dalam bidang bioteknologi dan sains medis. Ia mengkritik tren riset yang semata-mata mengejar keuntungan finansial, seperti manipulasi genetik, sewa rahim, hingga perdagangan organ tubuh manusia.

    Paus turut menyinggung undang-undang baru di Prancis yang melegalkan bantuan bunuh diri bagi pasien penyakit parah. Ia menegaskan kembali pandangan gereja bahwa hak hidup manusia wajib dilindungi sejak dalam kandungan hingga kematian alami.

    "Ketika sains dan teknologi tidak dipandu oleh hati nurani, hal itu memang bisa menawarkan solusi instan yang seolah meringankan penderitaan manusia, tetapi juga dapat menyesatkan mereka," tutur Paus Leo XIV, dilansir ABC News.

    Terkait stabilitas dunia, Paus menyuarakan penolakan terhadap kepemilikan senjata nuklir di tengah perang yang melanda Eropa dan Timur Tengah. Ia menyebut doktrin penangkal nuklir merupakan kekeliruan yang hanya memicu perlombaan senjata baru antarnegara.

    Paus juga mengkritik para pemimpin dunia yang kerap memanipulasi aturan hukum demi kepentingan kekuasaan. Menurutnya, para penguasa sering memanfaatkan hukum saat menguntungkan posisi mereka dan mengabaikannya ketika merasa dibatasi.

  3. 3. Agenda kunjungan empat hari Paus di Prancis

    Paus Leo XIV
    Paus Leo XIV (U.S. Department of State, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Kunjungan Paus berlangsung pada masa akhir kepemimpinan Presiden Macron yang akan menuntaskan masa jabatannya tahun depan. Lawatan ini menarik perhatian publik Prancis di tengah menurunnya jumlah jemaat gereja dalam beberapa dekade terakhir, meski angka baptisan dewasa justru mencatat kenaikan.

    Pertemuan ini sekaligus menjadi lawatan kenegaraan pertama seorang paus ke Prancis dalam 18 tahun. Paus pendahulu, Paus Fransiskus, tercatat tidak pernah melakukan kunjungan resmi ke Paris dan melewatkan pembukaan kembali Katedral Notre-Dame pada 2024.

    Pada hari pertama kunjungannya, Paus melintasi pusat kota Paris dengan mobil kepausan untuk menggelar doa di Katedral Notre-Dame. Pada malam harinya, ia menghadiri doa bersama sekitar 80 ribu anak muda di Stadion Stade de France.

    Agenda puncak di Paris dilakukan pada Sabtu lewat perayaan misa terbuka di Place de la Concorde yang dihadiri lebih dari 500 ribu umat. Acara ini turut dihadiri ibu negara Brigitte Macron, Perdana Menteri Sébastien Lecornu, dan sejumlah tokoh politik nasional.

    Pada Minggu, Paus bertolak ke tempat ziarah Lourdes untuk memimpin misa bagi 150 ribu jemaat dan menemui tujuh korban pelecehan seksual klerus secara tertutup. Kunjungan empat hari ini akan ditutup pada Senin di kota Metz melalui pidato perdamaian Eropa dan penghormatan bagi bapak pendiri Uni Eropa, Robert Schuman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More