Jakarta, IDN Times - Indonesia ingin menelusuri aliran uang perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui kerja sama lintas negara dengan Singapura. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembahasan kedua negara untuk memperkuat pertanggungjawaban perusahaan yang terhubung dengan kabut asap.
Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, kerja sama dengan Singapura dapat mencakup pertukaran informasi, intelijen keuangan, pengumpulan bukti lintas negara, hingga kemungkinan pemulihan aset.
Menurut Arrmanatha, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pemerintah juga harus memastikan pihak yang memperoleh keuntungan dari pembakaran hutan dapat dimintai pertanggungjawaban.
Indonesia dan Singapura pun sepakat membahas pembentukan satuan tugas gabungan atau joint task force. Mekanisme ini diharapkan memperkuat koordinasi kedua negara dalam menelusuri perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.
