Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lagi-Lagi Keracunan MBG di Bogor, Kali Ini 481 Siswa di Dramaga

2 min read
Lagi-Lagi Keracunan MBG di Bogor, Kali Ini 481 Siswa di Dramaga
Petugas kesehatan memeriksa siswa SMP Dramaga yang mengalami keracunan MBG. (Istimewa)
  • Sebanyak 481 siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga mengalami mual serta pusing setelah diduga mengonsumsi MBG; 22 siswa sempat dirujuk, sementara kondisi korban kini stabil.

  • Insiden Dramaga terjadi enam hari setelah 103 siswa SMPN 2 Cisarua mengalami kejadian serupa. Sampel makanan dan minuman MBG telah diamankan polisi untuk diuji Labkesda.

  • Pemkab Bogor menerapkan PJJ dua hari, menanggung seluruh biaya pengobatan melalui APBD, serta mengerahkan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi siswa hingga ke rumah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times -Kasus dugaan keracunan hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berulang di Kabupaten Bogor, dalam kurun sepekan ini. Sebanyak 481 siswa SMPN 1 Dramaga dan SMPN 2 Dramaga mendatangi fasilitas kesehatan, usai mengeluhkan gejala mual dan pusing, Selasa (27/10/2026).

Peristiwa ini terjadi hanya berjarak enam hari setelah insiden serupa menimpa 103 murid SMPN 2 Cisarua pada Rabu, 21 Oktober 2026.

"Maka dari 481 siswa-siswi ini setelah diberikan pengobatan, diberikan penanganan, kondisinya stabil, kondisinya baik. Tugas kami Pemerintah Kabupaten Bogor berfokus kepada pemberian layanan kesehatan kepada siswa-siswi dan guru," kata Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat meninjau penanganan medis di Puskesmas Cangkrawok, Dramaga.

  1. 1. Kasus kedua dalam sepekan pascainsiden 103 siswa di Cisarua

    Lagi-Lagi Keracunan MBG di Bogor, Kali Ini 481 Siswa di Dramaga
    Bupati Bogor Rudy Susmanto kunjungi siswa keracunan MBG di Dramaga, Selasa (27/10/2026). (Istimewa)

    Peristiwa di Dramaga menjadi sorotan publik karena terjadi hanya berselang beberapa hari usai kasus keracunan MBG dan susu yang menimpa 103 siswa SMPN 2 Cisarua pada Rabu, 21 Oktober 2026.

    Berulangnya insiden ini memperkuat desakan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas masakan, ketepatan waktu pengiriman, hingga higienitas rantai distribusi program MBG di sekolah-sekolah.

    Konsumsi makanan diduga berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, namun reaksi mual dan pusing baru dirasakan para siswa secara bertahap pada Senin malam hingga Selasa pagi.

    Dari 481 pelajar yang memeriksakan diri, sebanyak 22 siswa sempat dirujuk ke rumah sakit rujukan, sementara mayoritas korban yang bergejala ringan sudah diperbolehkan pulang usai kondisinya stabil.

  2. 2. Sampel makanan masih diuji

    Lagi-Lagi Keracunan MBG di Bogor, Kali Ini 481 Siswa di Dramaga
    Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Rudy mengatakan, untuk memulihkan kondisi psikologis siswa dan memutus kecemasan di lingkungan sekolah, Pemkab Bogor memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi siswa siswi SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga.

    Di sisi lain, jajaran Polres Bogor telah mengamankan sampel makanan serta minuman MBG, untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor.

  3. 3. Pemkab tanggung biaya pengobatan dan sebar tim

    Lagi-Lagi Keracunan MBG di Bogor, Kali Ini 481 Siswa di Dramaga
    Bupati Bogor Rudy Susmanto berbincang dengan salah satu siswa yang mengalami keracunan. (Istimewa)

    Bupati Bogor memastikan seluruh biaya perawatan medis para korban ditanggung penuh oleh APBD Kabupaten Bogor, baik di puskesmas maupun rumah sakit swasta. Pemkab Bogor bersama kepolisian dan TNI juga menginstruksikan tenaga kesehatan untuk melawat langsung ke rumah-rumah siswa, guna memantau perkembangan kesehatan korban pascatindakan medis.

    "Tentunya seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Swasta... apabila ada gejala lanjutan maka kami akan mengambil langkah medis lanjutan," pungkas Rudy.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More