Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pramono: Demokrasi Dijalankan, Demo di Jakarta Harus Happy-Happy

2 min read
Pramono: Demokrasi Dijalankan, Demo di Jakarta Harus Happy-Happy
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (27/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta demonstrasi tetap tertib, tidak merusak fasilitas publik, mengganggu ketertiban, atau bertindak anarkistis.

  • Pramono berharap kepolisian, TNI, dan masyarakat menjaga keamanan agar aksi di Jakarta pada 28 Oktober 2026 berlangsung nyaman dalam koridor demokrasi.

  • BEM UI akan menggelar aksi #IndonesiaSadar di Bundaran HI pukul 14.00 WIB, menyerukan tuntutan terkait bencana, anggaran, pendidikan, hukum, HAM, dan kebebasan bersuara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta warga yang akan melakukan unjuk rasa di Ibu Kota besok, agar tidak merusak fasilitas publik, mengganggu ketertiban umum, maupun melakukan tindakan anarkistis.

Pramono menegaskan, Jakarta merupakan bagian dari wilayah Republik Indonesia yang menjalankan prinsip demokrasi. Karena itu, ia berharap demonstrasi yang berlangsung di Jakarta tetap berjalan tertib dan nyaman.

“Sekali lagi, karena apa, Jakarta bagian dari Pemerintah Republik Indonesia, demokrasi dijalankan," ucap Pramono di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (27/10/2026) malam.

  1. 1. Pramono harap demokrasi berlangsung happy

    Blokade Demo Mahasiswa di Sudirman Dibuka, Polisi dan Massa Bersalaman (IDN Times/Irfan Fathurohman)
    Blokade demo mahasiswa di Jalan Sudirman dibuka, polisi dan massa demonstran bersalaman. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

    Pramono juga berharap kepolisian bersama TNI dan masyarakat dapat menjaga keamanan apabila demonstrasi berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026.

    “Sehingga dengan demikian, saya berharap betul bahwa kepolisian dibantu dengan TNI dan tentunya kita semua menjaga, agar besok demonstrasi yang terjadi di Jakarta, kalau memang ada, berlangsung dengan happy-happy, nyaman-nyaman saja,” katanya.

  2. 2. Mahasiswa UI akan demo di Bundaran HI

    Aksi demo mahasiswa kembali diblokade saat menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
    Aksi demo mahasiswa kembali diblokade saat menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

    Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali akan menggelar unjuk rasa pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Bunderan Hotel Indonesia (HI). Ini merupakan aksi keempat yang dilakukan BEM UI dan mengambil momen bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

    Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, mengatakan demonstrasi akan dimulai pada pukul 14.00 WIB. BEM UI juga mengajak tidak hanya mahasiswa, melainkan juga elemen masyarakat lainnya turun aksi.

    "Hallo, teman-teman, besok kami akan mengadakan aksi di Bunderan HI pukul 14.00 WIB, dan kami memanggil seluruh elemen masyarakat semuanya untuk ikut turun bersama kami," ungkap Fathimah di akun media sosialnya, dikutip Selasa (27/10/2026).

  3. 3. Lima tuntutan demo

    Pramono: Demokrasi Dijalankan, Demo di Jakarta Harus Happy-Happy
    Demo mahasiswa di depan gedung DPRD Banten (Dok. Khaerul Anwar)

    Melalui akun media sosialnya, Fathimah juga menyampaikan lima tuntutan yang bakal disuarakan pada aksi #IndonesiaSadar besok, yakni:

    1. Tetapkan status bencana nasional, adili korporasi yang bertanggung jawab dan tuntaskan tata kelola lahan.

    2. Wujudkan APBN untuk kepentingan rakyat dan hentikan pemborosan untuk kepentingan politik berkedok program populis seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Desa Merah Putih.

    3. Turunkan biaya pendidikan, berikan akses layanan dasar yang merata dan sediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.

    4. Hentikan penggunaan hukum untuk penyalahgunaan kekuasaan dan berantas KKN.

    5. Kembalikan kebebasan bersuara, adili pelanggar HAM dan hentikan militerisasi di ruang hukum.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More