Jakarta, IDN Times - Ribuan orang berkumpul di Trappes, kawasan barat daya Paris, pada Jumat (30/10/2026) petang untuk mengenang para korban penembakan maut sepekan sebelumnya. Aksi kekerasan bermotif rasis tersebut menewaskan satu orang dan melukai tujuh orang lainnya setelah pelaku sengaja mengincar warga keturunan Afrika serta komunitas Muslim.
Tragedi ini memicu perdebatan sengit di panggung politik dan media terkait isu rasisme serta diskriminasi. Situasi di Prancis kian memanas di tengah keresahan masyarakat, beberapa bulan menjelang pemilihan presiden mendatang.