Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rute Jamarat Lantai 3 dan Tips Aman Lontar Jumrah
Jemaah haji melontar jumrah Aqobah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
  • Fase lontar jumrah di Jamarat menjadi momen paling rawan kelelahan bagi jemaah haji, sehingga Daker Makkah menyiapkan panduan rute dan tips keselamatan khusus.
  • Jemaah Indonesia diarahkan melalui lantai 3 bangunan Jamarat dengan rute terowongan Muaisim agar arus lebih tertib dan mudah dikenali hingga kembali ke tenda Mina.
  • Ihsan Faisal mengimbau jemaah mematuhi jadwal resmi, membawa perbekalan cukup, memakai APD dan alas kaki nyaman, serta tidak terpisah dari rombongan demi keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makkah, IDN Times — Fase melontar jumrah di Jamarat merupakan salah satu titik paling rawan terjadinya kelelahan ekstrem bagi jemaah haji. Mulai dari lontar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah, hingga lontar Ula, Wustha, dan Aqabah pada hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), jemaah harus menempuh perjalanan kaki berkilo-kilometer dari tenda Mina.

Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran jemaah haji Indonesia, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, membagikan panduan rute resmi serta tips krusial bagi jemaah.

Rute Strategis dari tenda Mina ke Jamarat Melalui Lantai 3

Jemaah haki melontar jumrah Aqobah IDNTGʻ

Bangunan Jamarat saat ini telah berkembang menjadi struktur raksasa dengan beberapa lantai guna memecah kepadatan jutaan manusia. Ihsan menjelaskan, rata-rata jemaah reguler Indonesia yang menetap di tenda Mina diarahkan untuk menggunakan akses lantai 3 (third floor) karena alurnya lebih teratur dan mudah dikenali.

Berikut adalah alur resmi menuju Jamarat Lantai 3 bagi jemaah Indonesia:

1. Jemaah berjalan dari arah tenda di Mina menuju Terowongan Muaisim pertama.

2. Menyusuri terowongan hingga keluar di area jeda (tempat terbuka).

3. Masuk kembali ke Terowongan Muaisim kedua.

Para jemaah haji melaksanakan ritual melontar jumrah aqabah di kompleks Jamarat pada Rabu dini hari, 27 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah haji. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

4. Setibanya di ujung terowongan, jemaah langsung terhubung dengan area Jamarat Lantai 3.

5. Di area ini, jemaah bisa langsung melempar jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah).

6. Setelah selesai melontar, jemaah melakukan putar balik (U-turn) ke arah kanan untuk kembali menyusuri rute terowongan semula menuju tenda masing-masing.

Sementara itu, bagi jemaah yang melaksanakan tanazul dan menginap di area Syisyah atau Raudhah, mereka memiliki opsi untuk mengakses lantai dasar atau lantai 1 untuk kemudian memutar kembali ke hotel mereka.

Tips dari Petugas agar aman lontar Jumrah

Seorang jemaah haji membasahi kepalanya dengan air segar di tengah panasnya cuaca Makkah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan parah, hingga cedera kaki, Ihsan Faisal memberikan lima imbauan penting yang wajib ditaati oleh setiap jemaah:

  1. Patuhi Jadwal Resmi: Jangan melempar jumrah di luar waktu yang telah ditetapkan. Pemerintah Arab Saudi telah merilis jadwal khusus bagi masing-masing negara demi menghindari benturan arus jemaah yang bisa berakibat fatal.

  2. Bawa Perbekalan Cukup: Siapkan botol air mineral untuk hidrasi sepanjang jalan, serta makanan ringan atau camilan secukupnya sebagai penambah tenaga.

  3. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Cuaca terik Arab Saudi wajib dilawan dengan payung, topi, masker, serta water spray (semprotan air) untuk menyegarkan wajah dan kulit yang terpapar panas.

  4. Pakai Alas Kaki Paling Nyaman: Hindari sandal jepit tipis atau sepatu baru yang masih kaku. Gunakan alas kaki yang paling nyaman karena perjalanan panjang berbatu dan beraspal sangat rentan membuat telapak kaki melepuh.

  5. Jangan Terpisah dari Rombongan: Jemaah diimbau berjalan dalam formasi regu dan tidak terpencar. Kepadatan arus manusia dari berbagai negara membuat jemaah yang berjalan sendirian sangat mudah terselip dan tersesat.

"Kalau pun capek di tengah jalan, jangan memaksakan diri. Harus istirahat. Ingat, jika kondisi fisik tidak memungkinkan, lontar jumrah bisa dibadalkan (diwakilkan) oleh petugas atau sesama jemaah yang sehat," pungkas Ihsan mengingatkan.

Editorial Team

Related Article