Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Irak Tangkap Kelompok Teroris Diduga Terafiliasi dengan Ukraina

Irak Tangkap Kelompok Teroris Diduga Terafiliasi dengan Ukraina
ilustrasi bendera Irak (pexels.com/7sseiin)
Intinya Sih
  • Otoritas Irak menahan beberapa kelompok yang diduga merencanakan serangan bom ke gedung pemerintah, dengan penyelidikan masih berlangsung sebelum tuduhan resmi diumumkan.
  • Penasihat Keamanan Nasional Irak Qasim al-Aboudi menuding adanya intervensi Ukraina berdasarkan informasi intelijen Irak terkait dugaan kelompok teroris tersebut.
  • Kementerian Luar Negeri Ukraina menolak tuduhan tanpa bukti dan menyebut narasi itu selaras propaganda Rusia yang diduga bertujuan merusak hubungan Ukraina-Irak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas Irak mengaku berhasil menahan beberapa kelompok yang diduga akan meluncurkan serangan teroris di gedung pemerintahan. Sejumlah pejabat menuding bahwa pelaku sudah bekerja sama dengan Ukraina

Sementara itu, situasi di Timur Tengah terus memanas menyusul lanjutan serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Terlebih menyusul serangan AS dan Arab Saudi ke teritori Irak untuk menyasar kelompok militan yang didukung Iran. 

1. Tuding Ukraina ikut campur dalam urusan dalam negeri Irak

ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation)

Penasehat Keamanan Nasional Irak, Qasim al-Aboudi mengatakan bahwa terdapat intervensi Ukraina di Irak. Menurutnya, informasi intervensi tersebut didapatkan dari informasi intelijen Irak. 

Sekelompok orang yang ditangkap diduga berencana untuk meluncurkan serangan bom di gedung pemerintah Irak. Namun, otoritas setempat masih menginvestigasi sebelum mengumumkan secara formal. 

“Ini adalah dokumen yang kompleks. Maka dari itu kami membutuhkan investigasi diselesaikan sepenuhnya sebelum mengungkapkan tuduhan secara resmi,” paparnya, dikutip dari AzerNews, Jumat (31/7/2026).  

2. Ukraina menolak tuduhan terorisme dari Irak

ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)

Menanggapi tuduhan Irak, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ukraina menampik segala tudingan yang ditujukan ke negaranya. Menurutnya, otoritas Irak tidak bisa menunjukkan bukti pendukung tuduhan kepada Ukraina tersebut. 

“Jika dugaan memiliki dasar apapun itu, ini masih logis untuk dapat dikomunikasikan. Namun, Ukraina mempelajari bahwa tuduhan di siaran televisi tersebut tidak dapat diterima karena disampaikan oleh pejabat publik,” terangnya, dikutip dari Ukrinform.

Kemlu Ukraina menganggap pernyataan Irak adalah bentuk pejabat negara yang tidak bertanggung jawab. Sebab, menyampaikan tuduhan ke Ukraina tanpa dilengkapi bukti-bukti yang cukup.  

3. Terdapat kabar bohong dari Rusia untuk rusak relasi Ukraina-Irak

Bendera Rusia.
ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Juru Bicara Kemlu Ukraina, Heorhii Tykhyi mengatakan bahwa pernyataan Irak ini bersamaan dengan narasi yang dipromosikan dalam propaganda Rusia. Menurutnya, pernyataan itu bertujuan untuk mendiskreditkan Ukraina. 

Dilansir United24, Tykhyi menyebut, munculnya tuduhan terorisme dari Ukraina ini adalah serangkaian konsekuensi dari informasi dari luar. Menurutnya, terdapat koordinasi operasi informasi psikologis yang bertujuan untuk merusak hubungan diplomatik Ukraina dan Irak. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More