Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengakui pemerintah Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu personel dan berbagai aset udara, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang turut menyebabkan kabut asap lintas batas, hingga berdampak pada masyarakat Malaysia.
Pernyataan itu disampaikan Anwar setelah mengikuti rapat mengenai perkembangan karhutla di Indonesia. Kabut asap yang melintasi perbatasan telah mengganggu kesehatan dan kehidupan masyarakat Malaysia, bahkan memaksa penutupan sekolah di sejumlah negara bagian dan wilayah.
Anwar mengatakan Malaysia memahami bahwa penanganan bencana tersebut bukan perkara mudah, mengingat luasnya wilayah terdampak serta kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Saya mengakui kesungguhan pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan puluhan ribu personel, serta berbagai aset udara untuk membendung persoalan yang semakin mengkhawatirkan ini,” kata Anwar dalam pernyataannya di akun Instagram resminya, Minggu (18/10/2026).
