Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nvidia Proyeksikan Penjualan Chip Bakal Berlipat Ganda Tahun Depan

3 min read
Nvidia Proyeksikan Penjualan Chip Bakal Berlipat Ganda Tahun Depan
ilustrasi logo Nvidia (pexels.com/UMA media)
  • CEO Nvidia Jensen Huang memproyeksikan penjualan chip tahun depan menjadi dua kali lipat, didorong tingginya investasi AI di berbagai negara dan manfaatnya bagi industri.
  • Nvidia menargetkan pendapatan naik 70 persen pada tahun fiskal berakhir Januari 2028, sekitar 673 miliar dolar AS; proyeksi ini mendorong sahamnya naik 2,8 persen.
  • Dalam pertemuan AI di Skotlandia, Huang menekankan produk AI harus ditahan dan direkayasa ulang bila belum aman, di tengah diskusi global tentang keamanan teknologi tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Nvidia Jensen Huang memproyeksikan perusahaannya bakal menjual chip dua kali lipat lebih banyak pada tahun depan dibandingkan perolehan tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan Huang pada Kamis (17/9/2026) di sela pertemuan puncak kecerdasan buatan (AI) yang diselenggarakan oleh Raja Charles III di Skotlandia.

Huang menegaskan bahwa lonjakan penjualan tersebut didorong oleh tingginya minat investasi AI di berbagai belahan dunia. "Alasannya adalah karena AI memberikan begitu banyak kontribusi terhadap manfaat berbagai industri dan ekonomi, dan kita dapat melihat hampir di setiap negara tempat kami berada, orang-orang ingin berinvestasi di AI," kata dia.

  1. 1. Proyeksi pendapatan dan pergerakan saham Nvidia

    CEO Nvidia Jensen Huang
    CEO Nvidia Jensen Huang (總統府, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Prakiraan penjualan chip ini melengkapi prospek keuangan Nvidia yang sebelumnya telah mencatatkan target ekspansi tinggi. Pada bulan lalu, perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat tersebut telah memproyeksikan kenaikan pendapatan sebesar 70 persen untuk tahun fiskal berikutnya yang berakhir pada Januari 2028. Berdasarkan laporan Bloomberg, Nvidia sempat menyatakan pendapatan mereka berpeluang berlipat ganda apabila pasokan yang tersedia mencukupi untuk melayani seluruh permintaan pasar.

    Perkiraan finansial tersebut menempatkan proyeksi pendapatan tahunan Nvidia pada angka sekitar 673 miliar dolar AS atau setara Rp11.945,75 triliun. Menurut laporan CNBC, target kinerja keuangan tersebut langsung mendongkrak ekspektasi para analis pasar modal. Sentimen positif ini turut tecermin pada bursa New York saat harga saham Nvidia melonjak hingga 2,8 persen pada perdagangan hari Kamis (17/9/2026).

  2. 2. Deretan produk chip pusat data hingga konsol game

    ilustrasi pusat data
    ilustrasi pusat data (pexels.com/panumas nikhomkhai)

    Nvidia sejauh ini tidak mengungkapkan angka pasti mengenai jumlah unit semikonduktor yang mereka pasarkan ke publik. Produk paling populer dan menjadi penggerak utama bisnis mereka saat ini adalah unit pemroses grafis (GPU) untuk pusat data, khususnya lini Blackwell dan Rubin. Kedua komponen tersebut memegang peranan krusial dalam mendukung aktivitas riset, pengembangan, hingga operasional sistem AI modern.

    Pada tahun lalu, Huang mengungkapkan bahwa Nvidia telah mengirimkan sebanyak 6 juta unit GPU Blackwell selama rentang waktu empat kuartal. Di luar pemroses grafis, portofolio perangkat keras Nvidia mencakup unit pemroses sentral (CPU), chip sakelar jaringan, chip jaringan optik, hingga prosesor khusus laptop. Perusahaan ini juga memproduksi sistem Jetson untuk aplikasi robotika dan otomotif, serta chip prosesor yang mengotaki konsol game Nintendo Switch 2.

  3. 3. Tanggung jawab keamanan AI dan dinamika global

    ilustrasi AI
    ilustrasi AI (pexels.com/Aerps.com)

    Dilansir Quartz, pertemuan di Skotlandia dihadiri oleh Huang bersama sejumlah perwakilan pengembang teknologi kecerdasan buatan, termasuk Google DeepMind, OpenAI, dan Anthropic. Mereka berdiskusi mengenai aspek keamanan AI di tengah kekhawatiran para peneliti bahwa kecerdasan sistem tercanggih telah berkembang melampaui kendali manusia. Huang menekankan bahwa korporasi memikul tanggung jawab besar guna memastikan setiap produk benar-benar aman sebelum diluncurkan ke pasar.

    "Ketika suatu produk tidak aman, kita harus menahannya dan terus merekayasanya," ujar Huang. Dia mengingatkan perusahaan untuk tidak memaksakan peluncuran produk yang belum matang dan harus bergerak secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

    Pertemuan tersebut berlangsung beberapa hari setelah Huang menghadiri KTT All-In di Los Angeles. Pada acara tersebut, Presiden Donald Trump sempat menghubungi lewat sambungan telepon dan menyebut kekhawatiran keselamatan AI sebagai sebuah tipuan (hoax). Trump menjuluki pusat data sebagai "minyak untuk 20 hingga 25 tahun ke depan", sementara Huang di forum itu menilai kekhawatiran risiko AI tidak berlandaskan sains yang kuat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More