Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
Di Gaza utara, pasukan militer Israel menembak mati Mahmoud Samih al-Harsh yang berumur 28 tahun di Jalan al-Hawja, kamp pengungsi Jabalia. Sumber medis mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Anadolu. Sementara itu, dua warga meninggal setelah bertahan dari luka akibat serangan sebelumnya, yakni seorang anak perempuan berusia enam tahun bernama Tahani Mohammed Saeed Shalalfeh yang meninggal di Khan Younis usai tertembak di Al-Mawasi pada Senin (26/10/2026), serta Ahmed Yassin Bseiso yang terluka beberapa hari sebelumnya di Jalan al-Thawra, pusat Kota Gaza.
Eskalasi tembakan juga menimbulkan korban luka di berbagai titik kawasan tengah Gaza. Serangan udara di Jalan Al-Eshreen sebelah utara kamp pengungsi Nuseirat melukai tiga orang pejalan kaki, dengan dua di antaranya mengalami luka serius. Tembakan drone di timur Deir al-Balah melukai sedang satu warga, sementara tembakan militer di timur kamp pengungsi Bureij melukai dua orang lainnya termasuk seorang anak, menurut sumber medis di Rumah Sakit Al-Awda.
Dilansir Anadolu, kekerasan militer turut menimpa seorang nelayan yang terluka akibat serpihan bom dari drone di lepas pantai Khan Younis, menurut keterangan sumber pertahanan sipil. Insiden penembakan oleh tentara Israel juga melukai dua warga lainnya di Qizan Rashwan dan wilayah timur Kota Hamad. Selain itu, kapal perang Israel melepaskan tembakan meriam dan senapan mesin ke arah warga di pantai dekat kamp pengungsi al-Shati sebelah barat Kota Gaza, menurut sumber-sumber lokal.