serangan Israel di Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
Menurut Kementerian Dalam Negeri Gaza, sedikitnya 53 komandan, perwira dan personel kepolisian tewas akibat serangan langsung Israel yang menyasar markas, patroli, kendaraan, dan aparat kepolisian sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025. Mereka menuduh Israel sengaja menargetkan kepolisian Palestina untuk menciptakan kekacauan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, kementerian menyerukan kepada komunitas internasional dan negara-negara mediator agar segera turun dan menekan Israel untuk menghentikan serangan brutal mereka. Pihaknya menegaskan bahwa kepolisian merupakan lembaga sipil yang dilindungi berdasarkan hukum internasional serta bertugas menjaga ketertiban umum dan melayani masyarakat.
Dilansir The New Arab, Hamas juga mengutuk serangan tersebut yang dianggap sebagai pelanggaran lebih lanjut terhadap kesepakatan gencatan senjata. Kelompok itu menuduh Israel sengaja menargetkan aparat kepolisian guna mengacaukan stabilitas di Gaza.