Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bus Organisasi Dokter Lintas Batas Rusak akibat Serangan Israel di Gaza

Bus Organisasi Dokter Lintas Batas Rusak akibat Serangan Israel di Gaza
Logo Dokter Lintas Batas/Médecins Sans Frontières (Moiiinkhan, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Serangan udara Israel di Gaza merusak bus MSF yang mengangkut 10 pekerja kemanusiaan dan melukai seorang staf, meski kendaraan itu memiliki logo besar di atap.
  • MSF menyerukan perlindungan bagi warga sipil, tenaga medis, dan pekerja bantuan; organisasi itu mencatat sedikitnya 15 stafnya tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023.
  • Di Gaza, serangan Israel dilaporkan menewaskan tiga warga dan melukai lebih dari 30 orang; di Tepi Barat, pasukan Israel menembak mati Ziad Mohammed Jaber saat penggerebekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Serangan udara Israel merusak sebuah bus milik organisasi Dokter Lintas Batas (MSF) di Jalur Gaza. Seorang staf lembaga bantuan medis tersebut dilaporkan mengalami luka-luka.

Dilansir Al Jazeera, MSF mengatakan bahwa serangan Israel menghantam sebuah kendaraan yang hanya berjarak 2 meter dari salah satu busnya pada Minggu (13/9/2026). Bus tersebut mengangkut 10 pekerja kemanusiaan saat kejadian dan memiliki logo MSF berukuran besar di bagian atapnya.

"Sekali lagi, pasukan Israel menunjukkan pengabaian terang-terangan terhadap keselamatan personel kemanusiaan dan medis," kata MSF dalam pernyataan di media sosial X pada Senin (14/9/2026).

  1. 1. MSF serukan perlindungan bagi warga sipil dan pekerja bantuan

    ilustrasi pekerja bantuan
    ilustrasi pekerja bantuan (pexels.com/RDNE Stock project)

    Organisasi bantuan itu mengatakan bahwa tidak ada satu pun tempat yang aman di Gaza. Oleh sebab itu, pihaknya menyerukan perlindungan bagi warga sipil, tenaga kesehatan dan staf kemanusiaan.

    "Kendaraan medis dan kemanusiaan yang ditandai dengan jelas harus terhindar dari serangan," tambahnya.

    Insiden tersebut terjadi di tengah berlanjutnya serangan Israel di Jalur Gaza, di mana organisasi-organisasi kemanusiaan telah berulang kali memperingatkan mengenai risiko yang dihadapi para pekerja bantuan dan tenaga medis. Sedikitnya 15 staf MSF telah tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023.

  2. 2. Pelanggaran gencatan senjata oleh Israel tewaskan lebih dari 1.300 warga Palestina di Gaza

    serangan Israel di Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
    serangan Israel di Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

    Dilansir Anadolu, sedikitnya tiga warga Palestina tewas akibat serangan Israel di berbagai wilayah Gaza pada Senin. Lebih dari 30 orang lainnya, termasuk empat anak-anak, juga mengalami luka-luka.

    Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan Israel di Gaza telah menewaskan 1.372 warga Palestina dan melukai 4.659 lainnya sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025. Sejak 8 Oktober 2023, hampir 74 ribu warga Palestina tewas dan lebih dari 174 ribu lainnya terluka dalam perang genosida Israel di Gaza. Konflik ini juga menyebabkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah Palestina tersebut hancur.

  3. 3. Pasukan Israel tembak mati pria Palestina di Tepi Barat

    pasukan Israel
    pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)

    Di kota Al-Bireh di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel menembak mati seorang warga Palestina dalam penggerebekan pada Selasa (15/9/2026). Korban diidentifikasi sebagai Ziad Mohammed Jaber, seorang pria berusia 54 tahun.

    Menurut keterangan warga setempat, pasukan khusus Israel menggerebek rumah Jaber di kawasan Umm al-Sharayet dan melepaskan tembakan ke arahnya. Sebelumnya, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa seorang warga Palestina dalam kondisi kritis akibat tembakan Israel yang mengenai bagian perut dan pahanya.

    Ketegangan di Tepi Barat yang diduduki meningkat sejak dimulainya perang di Gaza. Sejak itu, pasukan Israel kerap melakukan penggerebekan di berbagai kota, desa dan kamp pengungsi di seluruh wilayah tersebut. Tindakan tersebut sering kali disertai dengan penggeledahan rumah, penangkapan dan aksi penembakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More