Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Setelah 40 Tahun, Trump Buka Jalan Penerbangan Langsung AS-Lebanon
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di kantornya di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Presiden AS Donald Trump menginstruksikan pembukaan kembali rute penerbangan langsung ke Lebanon setelah 40 tahun larangan berlaku sejak insiden pembajakan pesawat TWA Flight 847 pada 1985.
  • FAA menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan bekerja sama bersama maskapai dan instansi terkait untuk memastikan keamanan sebelum penerbangan ke Beirut benar-benar dibuka kembali.
  • Pemerintah AS tetap mempertahankan peringatan Do Not Travel ke Lebanon karena situasi keamanan di Timur Tengah, meski peluang penerbangan langsung mulai terbuka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Trump bilang pesawat dari Amerika boleh terbang langsung lagi ke Lebanon setelah dilarang lama sekali, empat puluh tahun. Dulu pesawat pernah dibajak dan ada orang meninggal. Sekarang orang Amerika mau periksa bandara di Beirut biar aman dulu. Pemerintah juga masih bilang jangan pergi ke sana karena belum aman banget.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan pemerintahannya untuk mengizinkan seluruh maskapai penerbangan domestik AS kembali membuka rute langsung ke Lebanon.

Instruksi itu disampaikan Trump usai menggelar pertemuan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih, Rabu (22/7/2026).

Kebijakan tersebut membuka peluang berakhirnya larangan penerbangan langsung AS ke Lebanon yang telah berlaku selama lebih dari empat dekade.

Meski demikian, penerbangan belum bisa langsung beroperasi karena pemerintah AS masih harus menyelesaikan proses peninjauan keamanan terhadap Bandara Internasional Beirut.

1. Larangan berlaku sejak pembajakan pesawat 1985

potret Bandara Internasional Beirut, Lebanon (pexels.com/Peggy Anke)

Penerbangan langsung maskapai AS ke Lebanon dihentikan sejak 1985 setelah pembajakan pesawat TWA Flight 847. Pesawat yang terbang dari Athena menuju Roma itu dipaksa mendarat di Beirut dan disandera selama 17 hari.

Dalam insiden tersebut, seorang penyelam Angkatan Laut Amerika Serikat tewas.

Sebelum penerbangan kembali dibuka, otoritas AS harus memastikan standar keamanan bandara di Beirut memenuhi persyaratan.

2. FAA siapkan implementasi arahan Trump

ilustrasi militer AS, bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Joel Rivera-Camacho)

Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden Trump. Lembaga tersebut mengatakan akan bekerja sama dengan maskapai penerbangan serta instansi terkait untuk mendukung kembalinya layanan penerbangan ke Lebanon.

“FAA menantikan kerja sama dengan maskapai penerbangan dan mitra antarlembaga untuk melaksanakan arahan Presiden serta mendukung kembalinya penerbangan ke Lebanon secara aman,” demikian pernyataan FAA, dikutip dari France24.

Hingga kini belum diketahui apakah maskapai-maskapai besar AS akan kembali membuka rute ke Beirut setelah proses keamanan selesai.

3. Peringatan perjalanan masih berlaku

Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel. (pexels.com/Jo Kassis)

Meski membuka peluang penerbangan langsung, pemerintah AS masih mempertahankan peringatan Do Not Travelbagi warganya yang hendak bepergian ke Lebanon.

Departemen Luar Negeri AS menyebut tingginya ketegangan di Timur Tengah sebagai alasan utama larangan tersebut.

Pada Februari lalu, pemerintah AS juga memerintahkan pegawai pemerintah non-esensial beserta keluarganya meninggalkan Lebanon karena alasan keamanan. Sejumlah maskapai besar AS, termasuk American Airlines, United Airlines, dan Delta Air Lines, juga masih menghentikan penerbangan ke Tel Aviv, Israel, akibat situasi keamanan di kawasan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article