Wakil PM Malaysia Akan Kunjungi Indonesia Bertemu Gibran, Apa Agendanya?

- Ahmad Zahid Hamidi dijadwalkan melakukan lawatan kerja ke Indonesia pada Kamis, 17 September 2026.
- Zahid akan bertemu Gibran Rakabuming Raka untuk membahas kerja sama dua arah, perkembangan semasa, dan target konsultasi bilateral tahunan.
- Forum halal internasional di Cibubur menjadi fokus kunjungan, sementara pertemuan dengan Prabowo Subianto masih menunggu kepastian.
Jakarta, IDN Times – Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, dijadwalkan melakukan lawatan kerja ke Indonesia pada Kamis (17/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Zahid akan bertemu Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk membahas sejumlah isu bilateral, termasuk penguatan kerja sama halal.
Rencana kunjungan tersebut disampaikan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Farzamie Sarkawi. Menurut dia, lawatan Zahid akan diawali dengan pertemuan bilateral bersama Gibran.
“Wakil PM dan Wapres Gibran akan membahas kerja sama dua arah, perkembangan semasa, dan juga membahas target capaian bersama untuk konsultasi bilateral tahunan mendatang,” kata Farzamie saat ditemui di perayaan Hari Malaysia di Jakarta, Selasa (15/9/2026) malam.
Selain pertemuan dengan Gibran, Zahid dijadwalkan menghadiri forum halal internasional di Cibubur. Agenda tersebut menjadi salah satu fokus utama kunjungannya ke Indonesia kali ini.
1. Zahid hadiri forum Halal internasional

Wakil I Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi bahas kerja sama pendidikan Indonesia-Malaysia. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Farzamie mengatakan, kehadiran Zahid dalam forum halal internasional merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman kerja sama halal yang sebelumnya telah diteken Indonesia dan Malaysia.
“Beliau akan menghadiri forum halal internasional di Cibubur dan ini akan menjadi fokus kunjungan beliau kali ini,” ujar Farzamie.
Menurut pihak Malaysia, kerja sama halal antara kedua negara tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Indonesia dan Malaysia dinilai perlu memperkuat koordinasi agar komitmen yang telah disepakati dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret.
Farzamie menekankan pentingnya kedua negara memastikan berbagai kesepakatan dalam sektor halal dapat diwujudkan melalui kerja sama yang lebih nyata.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu bagian dari hubungan bilateral Indonesia-Malaysia yang mencakup berbagai sektor. Pertemuan Zahid dan Gibran juga akan membahas perkembangan hubungan kedua negara serta target yang ingin dicapai dalam konsultasi bilateral tahunan mendatang.
2. Pertemuan dengan Prabowo masih menunggu kepastian

Presiden Prabowo Subianto hadir di KTT ke-47 ASEAN di Malaysia (dok. Sekretariat Presiden) Selain agenda bersama Gibran, terdapat kemungkinan Zahid bertemu Presiden Prabowo Subianto selama berada di Jakarta. Namun, kata Farzamie, pihak Malaysia masih menunggu kepastian dari pemerintah Indonesia.
“Untuk itu, kami masih menunggu kepastian dari pihak Indonesia,” kata Farzamie ketika ditanya mengenai kemungkinan pertemuan Zahid dengan Prabowo.
Pertemuan dengan Prabowo belum dapat dipastikan dalam agenda kunjungan kali ini. Zahid sendiri sebelumnya pernah bertemu Presiden Prabowo dalam lawatan ke Indonesia pada April 2025.
Saat itu, Zahid melakukan kunjungan ke Indonesia pada 20–22 April 2025 dan bertemu Prabowo serta Gibran dalam kesempatan terpisah.
Ketika menerima Zahid di Istana Merdeka, Jakarta, Prabowo menyebut Wakil Perdana Menteri Malaysia tersebut sebagai sahabat lama yang kembali bertemu dengannya.
“Kawan lama, dari masa muda,” kata Prabowo saat memperkenalkan Zahid kepada jurnalis.
3. Pernah bahas kerja sama ASEAN

Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi dan Sekjen ASEAN luncurkan ASEAN Unity Drive 2025 di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Dalam kunjungan April 2025 tersebut, Zahid tidak hanya melakukan pertemuan dengan jajaran pemerintah Indonesia. Dia juga bertemu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Zahid kemudian bersama Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn meluncurkan inisiatif ASEAN Unity Drive (AUD) 2025 di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.
Kunjungan Zahid pada September 2026 kali ini kembali menempatkan hubungan Indonesia-Malaysia sebagai salah satu agenda utama. Selain pertemuan bilateral dengan Gibran, fokus pada kerja sama halal menunjukkan adanya tindak lanjut terhadap kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat kedua negara.
Melalui pertemuan tersebut, Indonesia dan Malaysia akan membahas perkembangan kerja sama dua arah sekaligus target yang ingin dicapai dalam konsultasi bilateral tahunan mendatang.




















