Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sisi Lain di Balik Duka Pemakaman Khamenei, Terasa seperti Festival
potret eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Khamenei.ir/Mhhossein via commons.wikimedia.org/Mhhossein)
  • Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran dihadiri sekitar 15–20 juta pelayat, termasuk pejabat asing, dengan suasana megah dan penuh penghormatan bagi tokoh besar Iran tersebut.
  • Prosesi pemakaman dihiasi musik elektronik dari pengeras suara serta pembagian makanan dan minuman gratis oleh relawan untuk menjaga stamina pelayat di tengah cuaca panas.
  • Pakaian santai sebagian pelayat, iringan musik, dan atmosfer ramai membuat upacara pemakaman terasa seperti festival musim panas meski tetap diselimuti rasa duka mendalam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Upacara pemakaman eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang saat ini sedang dihelat di Teheran memang menyajikan duka tersendiri, terutama bagi warga Iran. Sebab, Khamenei merupakan seorang tokoh yang sangat berjasa bagi negara.

Ia telah membawa Iran menjadi salah satu negara berpengaruh di Kawasan Timur Tengah. Sayangnya, ia harus wafat dengan cara yang nahas usai terkena serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari lalu.

Kendati demikian, ada sisi lain yang sebetulnya membuat prosesi pemakaman Khamenei di Teheran menjadi terasa sedikit berbeda. Sebab, di balik tangis dan duka warga Iran yang menyelimuti peti mati Khamenei, ada sejumlah kondisi yang membuat suasana di pemakamannya justru malah terasa seperti festival musim panas. Uniknya, hal ini terjadi dengan sendirinya sebagai bagian dari duka yang menyelimuti pemakaman Khamenei.   

1. Banyak musik hingga makanan dan minuman gratis bagi para pelayat

Pelayat berbondong-bondong memberikan penghormatan di upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (AFP/Atta Kenare)

Di Teheran, upacara pemakaman Khamenei digelar amat megah. Menurut Pemerintah Iran, ada sekitar 15 sampai 20 juta pelayat yang datang ke Teheran guna menghadiri upacara pemakaman Khamenei. Jumlah itu sudah termasuk sejumlah pejabat negara asing yang turut datang ke sana.

Megahnya pemakaman Khamenei ini juga dihiasi oleh lagu-lagu elektronik yang dihasilkan dari pengeras suara. Dalam beberapa momen, lagu-lagu tersebut juga disisipkan suara pidato Khamenei sebagai upaya penghormatan terakhir kepada mendiang. 

Di tengah pelayat yang berlalu lalang, ada juga sejumlah relawan yang membagikan makanan dan minuman gratis. Makanan dan minuman tersebut dibagikan secara cuma-cuma kepada pelayat yang sudah letih menghadiri prosesi pemakaman Khamenei dari pagi hingga malam. Terlebih, cuaca di Teheran saat ini juga sangat panas.

2. Suasana pemakaman Khamenei terasa seperti festival musim panas

ilustrasi festival musim panas (pexels.com/Huu Huynh)

Menurut sejumlah pelayat, deburan musik yang dihasilkan dari pengeras suara tadi terdengar sangat bising. Namun, itu membuat suasana pemakaman Khamenei menjadi lebih hidup sehingga tidak hanya diselimuti oleh duka dan air mata. 

Seorang relawan di upacara pemakaman Khamenei juga mengaku telah membagikan banyak makanan dan minuman kepada para pelayat. Seorang relawan berusia 52 tahun bernama Said Rezai Manesh mengatakan, langkah ini dilakukan untuk menjaga stamina pelayat di tengah teriknya sinar matahari.  

"Kami telah membagikan sekitar 15.000 butir telur, serta kentang, teh, dan minuman (lainnya). Cuacanya panas dan kita perlu menjaga para peziarah di sini," kata Manesh kepada AFP, seperti dikutip The New Arab, Minggu (5/7/2026).

3. Banyak orang yang memakai pakaian bergaya santai

Peti jenazah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelum dimakamkan di Iran. (AFP/Atta Kanare)

Di pemakaman Khamenei juga ada sejumlah orang yang memakai pakaian bergaya santai. Menurut laporan jurnalis AFP yang bertugas di sana, ada seorang perempuan yang memakai kemeja warna-warni. Perempuan itu juga memakai topi terbalik dengan motif bola baseball yang mencolok. Jika ditilik lebih dalam, pakaian seperti itu tidak mencerminkan outfit orang yang sedang melayat. 

Deburan musik elektronik, makanan dan minuman gratis, orang-orang berpakaian santai, serta teriknya cuaca di Teheran seperti yang sudah disinggung tadilah yang membuat suasana di upacara pemakaman Khamenei terasa bak festival musim panas. Bahkan, kehadiran musik elektronik dari pengeras suara juga membuat suasana khidmat jadi mirip seperti konser musik.

Meski demikian, para warga Iran dan sejumlah pelayat lainnya tetap menghargai kekhidmatan upacara pemakaman Khamenei di Teheran. Banyak dari mereka yang juga ikuti menyalatkan Khamenei dan mendoakannya agar tenang di alam sana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article