Iran Belum Konfirmasi Kehadiran Sugiono di Pemakaman Khamenei, Kenapa?

- Pemerintah Iran belum memastikan jadwal kunjungan delegasi Indonesia yang dipimpin Menlu Sugiono untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei karena masih menunggu pengaturan teknis dari Teheran.
- Duta Besar Iran menyebut penutupan ruang udara selama prosesi pemakaman menjadi salah satu alasan keterlambatan konfirmasi, namun berharap kepastian bagi delegasi Indonesia segera diberikan.
- Iran menyiapkan Kota Mashhad sebagai lokasi paling memungkinkan bagi kunjungan delegasi RI setelah prosesi penghormatan di Teheran dan Qom selesai dilaksanakan.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Iran belum dapat memastikan jadwal kunjungan delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, untuk menghadiri rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan, pihaknya masih menunggu pengaturan teknis sebelum memberikan konfirmasi kepada Indonesia. Menurut dia, situasi di Iran masih cukup kompleks setelah sebagian besar rangkaian penghormatan bagi delegasi asing telah selesai dilaksanakan.
Meski demikian, Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas keputusan Pemerintah Indonesia yang berencana mengirim delegasi tingkat tinggi ke Iran sebagai bentuk penghormatan kepada Khamenei.
Sebelumnya, Menlu Sugiono mengatakan Pemerintah Indonesia berencana menghadiri prosesi pemakaman Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026. Delegasi tersebut direncanakan dipimpin oleh Menlu Sugiono bersama Ketua MPR RI.
1. Iran masih atur kunjungan delegasi Indonesia

Boroujerdi mengatakan, Iran telah mengundang Indonesia bersama sejumlah negara sahabat sejak beberapa pekan lalu untuk menghadiri rangkaian penghormatan kepada Khamenei.
Dia mengaku senang karena Pemerintah Indonesia menerima undangan tersebut dan memutuskan mengirim delegasi ke Iran.
“Kami telah mengundang Indonesia bersama seluruh negara sahabat beberapa pekan lalu dan kami sangat senang Pemerintah Indonesia menerima undangan tersebut untuk mengirim delegasi ke Iran,” kata Boroujerdi di kediamannya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Namun, menurut dia, Pemerintah Iran masih harus menyelesaikan sejumlah pengaturan teknis karena sebagian besar agenda bagi delegasi asing telah rampung.
“Situasi di Iran sedikit rumit karena sebagian besar rangkaian acara bagi delegasi asing telah selesai dan para delegasi telah kembali ke negara masing-masing. Jadi kami masih menunggu situasi yang tepat untuk mengonfirmasi kunjungan delegasi Indonesia ke Iran guna memberikan penghormatan kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran,” ujar dia.
2. Belum ada kepastian kapan konfirmasi diberikan

Saat ditanya kapan Indonesia akan menerima kepastian dari Teheran, Boroujerdi mengaku belum dapat memberikan jawaban karena masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat Iran.
Dia menjelaskan, salah satu penyebab proses tersebut membutuhkan waktu adalah penutupan ruang udara Iran selama rangkaian prosesi pemakaman berlangsung.
“Saya belum tahu karena saya harus menerima konfirmasi dari pemerintah pusat kami,” kata dia.
Boroujerdi mengatakan, pembukaan kembali ruang udara membutuhkan waktu sehingga turut memengaruhi pengaturan kunjungan delegasi asing.
“Selama upacara pemakaman, seluruh wilayah udara Iran ditutup. Sekarang jika kami akan membukanya kembali untuk para sahabat Iran yang ingin datang, tentu membutuhkan sedikit waktu,” ujar dia.
Meski demikian, dia berharap konfirmasi terhadap kunjungan delegasi Indonesia dapat segera diberikan.
“Kami berharap dapat segera mengonfirmasinya, insyaallah,” kata Boroujerdi.
3. Mashhad disiapkan menjadi lokasi kunjungan delegasi RI

Boroujerdi mengatakan, prosesi penghormatan di Teheran dan Qom telah selesai dilaksanakan. Saat ini, jenazah Khamenei telah dibawa ke Irak sebelum kembali ke Kota Mashhad untuk prosesi pemakaman terakhir.
Karena itu, kata dia, apabila kunjungan delegasi Indonesia terlaksana, lokasi yang paling memungkinkan adalah di Mashhad.
“Upacara pemakaman di Teheran dan Qom telah selesai. Jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi telah dibawa ke Irak dan setelah itu akan kembali ke Mashhad untuk upacara pemakaman terakhir. Kami berharap, insyaallah, kami dapat mengatur agar kunjungan itu berlangsung di Mashhad,” ujar dia.
Sebelumnya, Menlu Sugiono mengatakan, Indonesia semula menunjuk Duta Besar RI di Teheran sebagai wakil pemerintah dalam rangkaian penghormatan kepada Khamenei yang digelar 3-9 Juli 2026. Hal itu dilakukan karena berbagai pertimbangan teknis dan padatnya agenda kenegaraan di dalam negeri.
Namun, setelah melakukan koordinasi lebih lanjut, pemerintah berencana mengirim delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Menlu Sugiono bersama Ketua MPR RI untuk menghadiri prosesi pemakaman pada 9 Juli 2026. Menurut Sugiono, pemerintah saat ini masih menunggu kepastian waktu dan lokasi dari pihak Iran sebelum keberangkatan delegasi dilakukan.

















