Jakarta, IDN Times – Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, mengungkapkan bahwa pemerintahnya tengah mengupayakan tercapainya kesepakatan keamanan dengan Israel melalui keterlibatan sejumlah negara. Sharaa berharap perjanjian tersebut dapat menjadi pintu gerbang menuju perdamaian yang komprehensif.
Dalam wawancara eksklusif di program Al Muqabala milik Al Jazeera pada Minggu (26/7/2026), Sharaa menegaskan kesepakatan tersebut tidak akan mengorbankan hak Suriah atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel secara ilegal. Damaskus berupaya menghindari konfrontasi langsung dan meyakini bahwa pengaturan keamanan dapat membuka jalan bagi penyelesaian krisis yang lebih luas.
Pasukan Israel memasuki wilayah Suriah setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024. Sejak saat itu, militer negara Zionis itu menduduki sejumlah wilayah strategis, termasuk sisi Suriah dari Gunung Hermon, serta melancarkan serangan dan penahanan terhadap warga negara Timur Tengah tersebut.
