Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suriah Gagalkan Penyelundupan Rudal dan Senjata Hizbullah
tentara Suriah menjaga pos keamanan (U.S. Army photo by Staff Sgt. Fred Brown, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Otoritas Suriah menggagalkan penyelundupan senjata canggih di perbatasan Irak, termasuk rudal jarak jauh, peluru kendali antitank, dan lebih dari 100 drone yang diduga ditujukan untuk Hizbullah.
  • Pemerintah Irak membentuk komite investigasi dan memperkuat koordinasi dengan Suriah guna menelusuri jaringan penyelundup serta meningkatkan pengawasan di jalur perbatasan strategis menuju Baniyas.
  • Hizbullah membantah tuduhan keterlibatan dalam penyelundupan senjata, sementara pemerintah Suriah menegaskan komitmennya memperketat keamanan dan mencegah wilayahnya dijadikan koridor militer ilegal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Referensi:

https://www.aljazeera.com/news/2026/7/16/syria-seizes-advanced-weapons-it-says-were-bound-for-lebanons-hezbollah

https://www.middleeastmonitor.com/20260716-syria-foils-attempt-to-smuggle-weapons-missiles-to-hezbollah/

https://www.thenationalnews.com/news/mena/2026/07/16/syria-says-weapons-shipment-bound-for-hezbollah-intercepted-at-iraqi-border/

https://www.jpost.com/middle-east/article-902756

https://www.arabnews.com/node/2651120/middle-east

https://www.aa.com.tr/en/middle-east/syria-foils-attempt-to-smuggle-weapons-missiles-to-hezbollah/4000093

Jakarta, IDN Times - Otoritas keamanan Suriah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan senjata canggih di perbatasan negaranya dengan Irak pada Kamis (16/7/2026). Senjata tersebut diduga akan dikirimkan kepada kelompok Hizbullah di Lebanon.

Penyelundupan ini terungkap setelah petugas bea cukai melakukan pemeriksaan rutin terhadap sebuah kendaraan yang mencurigakan. Kendaraan yang digunakan adalah truk tangki minyak yang sedang menuju kota Baniyas, Suriah.

1. Otoritas Suriah sita rudal hingga drone

ilustrasi drone (unsplash.com/Valentin Zickner)

Penangkapan ini terjadi di penyeberangan perbatasan Al-Tanf yang menghubungkan wilayah Suriah dan Irak. Petugas perbatasan mencurigai sebuah truk tangki minyak yang melintas dan segera melakukan penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah besar senjata yang disembunyikan dengan rapi di dalam truk tersebut. Senjata yang disita mencakup rudal jarak jauh, peluru kendali antitank, dan sejumlah pesawat tak berawak atau drone.

Temuan di lapangan mencakup setidaknya 100 drone dan gulungan serat optik. Selain itu, ditemukan juga hulu ledak RPG yang dirancang untuk dipasang pada drone dan rudal jelajah.

"Berdasarkan bukti di tempat kejadian, kiriman tersebut rencananya akan transit di Suriah sebelum diserahkan kepada milisi Hizbullah di Lebanon," tutur Kementerian Dalam Negeri Suriah, dilansir SANA.

2. Investigasi dan kerja sama perbatasan dengan Irak

ilustrasi bendera Irak (unsplash.com/engin akyurt)

Menyusul penyitaan ini, pemerintah Irak langsung mengambil langkah tegas. Perdana Menteri (PM) Irak, Ali Falih Alzaidy, menginstruksikan pembentukan komite tingkat tinggi untuk menyelidiki kasus penyelundupan tersebut.

Komando Operasi Gabungan Irak menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan otoritas Suriah. Langkah ini bertujuan untuk mengungkap seluruh jaringan penyelundup dan menindak pihak yang terbukti lalai.

Kedua negara sebenarnya baru saja mengadakan pertemuan keamanan perbatasan perdana mereka pada awal Juli lalu. Pertemuan tersebut berfokus pada peningkatan koordinasi lapangan dan pertukaran intelijen untuk memperketat kontrol perbatasan.

Jalur perbatasan yang dituju truk tangki tersebut, yakni menuju Baniyas, saat ini memang sering digunakan untuk pergerakan bahan bakar antara Irak dan Suriah. Rute ini menjadi semakin sibuk semenjak adanya gangguan akibat perang Iran di wilayah Selat Hormuz.

3. Hizbullah bantah tuduhan penyelundupan senjata

tentara Hizbullah saat latihan militer (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Menanggapi kabar penyitaan ini, kelompok Hizbullah membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada mereka. Kelompok bersenjata asal Lebanon tersebut membantah bahwa mereka memiliki aktivitas militer di wilayah Suriah.

"Klaim dan tuduhan ini tidak lebih dari narasi rekayasa yang tidak memiliki dasar fakta, yang bertujuan untuk merugikan Hizbullah," ujar kantor hubungan media Hizbullah, dilansir Anadolu Agency.

Di sisi lain, otoritas baru Suriah saat ini terus berupaya memperketat keamanan dan memulihkan kedaulatan negara. Mereka menegaskan tidak akan membiarkan wilayah Suriah dijadikan koridor penyelundupan senjata yang dapat mengancam stabilitas kawasan.

Sikap pemerintah Suriah saat ini sangat berbeda dengan era kepemimpinan Bashar al-Assad sebelumnya. Pada masa itu, Hizbullah merupakan sekutu dekat pemerintah dan mendapat kemudahan dalam memindahkan senjata melintasi wilayah Suriah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article