Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat banyak warga Lebanon berkumpul di Beirut pada malam hari waktu setempat. Mereka membawa motor seraya mengibarkan bendera Hizbullah dan bendera Iran. Mereka juga membakar ban dan memblokade sejumlah jalan di Beirut sehingga lalu lintas di sana menjadi terganggu.
Pendukung Hizbullah Demo di Beirut, Protes Kesepakatan Israel-Lebanon

- Ribuan pendukung Hizbullah turun ke jalan di Beirut memprotes kesepakatan Israel-Lebanon yang mewajibkan pelucutan senjata Hizbullah, menyebabkan kemacetan dan blokade menuju Bandara Internasional Beirut.
- Kesepakatan antara Israel dan Lebanon mencakup penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan serta penghentian serangan, dengan syarat Hizbullah melucuti senjatanya dan menghentikan perlawanan.
- Pemerintah Lebanon tetap mendukung kesepakatan meski ditolak Hizbullah, karena dianggap mampu mengakhiri konflik yang telah menewaskan ribuan warga dan melukai lebih dari sebelas ribu orang.
Jakarta, IDN Times - Para pendukung Hizbullah dikabarkan menggelar demonstrasi akbar di Ibu Kota Beirut pada Sabtu (27/6/2026). Demo itu merupakan bentuk protes atas kesepakatan yang diraih Israel dan Lebanon pada Jumat (26/6/2026) lalu. Sebab, kesepakatan itu mewajibkan Hizbullah untuk melucuti senjatanya.
1. Para demonstran juga memblokade jalur ke Bandara Internasional Beirut

Selain itu, para demonstran juga memblokade jalur ke Bandara Internasional Beirut. Di sepanjang jalan menuju bandara tersebut, ada banyak poster yang bertuliskan “Terima kasih, Iran”. Kalimat itu ditengarai merupakan bentuk terima kasih ke Iran karena sudah membantu Hizbullah berperang melawan Israel. Sebab, Iran sudah menjadi sekutu Hizbullah sejak lama.
Kepolisian Beirut juga hadir di lokasi demo. Langkah ini bertujuan untuk mencegah para demonstran melakukan aksi anarkis. Beruntungnya, sejauh ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam demo tersebut.
2. Israel dan Lebanon meraih kesepakatan untuk menghentikan perang

Saat ini, Israel dan Lebanon sudah meraih kesepakatan untuk mengakhiri perang. Dalam kesepakatan itu, Israel bersedia menarik mundur semua pasukannya dari Lebanon selatan dan berhenti melakukan serangan terhadap Hizbullah. Namun, sebagai balasannya, Hizbullah juga harus bersedia melucuti senjata mereka dan menghentikan serangan terhadap Israel.
Kesepakatan ini akhirnya menuai kecaman dari Hizbullah. Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan, dirinya tidak akan pernah bersedia menyerah dan melucuti senjata pasukannya dalam keadaan apa pun. “Kami tidak meninggalkan medan perang dalam keadaan yang paling sulit (sekalipun),” ujar Qassem, seperti dilansir Jerusalem Post.
3. Lebanon masa bodoh dengan kecaman dari Hizbullah

Namun, kecaman dari Hizbullah tadi tidak digubris sedikit pun oleh Pemerintah Lebanon. Sebab, kesepakatan dengan Israel akan berdampak baik bagi semua warga Lebanon. Ini karena kesepakatan tersebut akan mengakhiri serangan Israel ke Lebanon yang sudah menewaskan banyak jiwa.
Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan 4.192 orang. Sementara itu, lebih dari 11.600 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Di sisi lain, Israel menyebut sekitar 36 tentaranya juga tewas dalam peperangan dengan Hizbullah di Lebanon selatan.















