Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, merespons kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal, terkait tingginya frekuensi perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri.
Selama 1,5 tahun menjabat, tercatat Prabowo sudah 50 kali kunjungan ke luar negeri, dengan kunjungan terakhir ke Prancis pada momen perayaan Idul Adha 2026.
Teddy mengklaim, agenda diplomasi yang dilakukan Prabowo selama 1,5 tahun memberikan dampak positif nyata pada Indonesia.
Mulai dari Indonesia bergabung dengan forum BRICS yang diklaim memberikan manfaat stabilitas di tengah konflik dan krisis dunia, dimulai dari stabilitas pasokan BBM, harga BBM subsidi, hingga stok pangan.
“Kemudian yang kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu,” ucap Teddy dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).
