Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia, Kebakaran Hebat!

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia, Kebakaran Hebat!
ilustrasi kilang minyak (pexels.com/Picas Joe)
Intinya Sih
  • Pasukan Ukraina menyerang kilang minyak Rosneft di Saratov menggunakan drone, menyebabkan kebakaran besar tanpa korban jiwa dan kerusakan pada infrastruktur sekitar.
  • Rusia menuduh Ukraina juga menyerang PLTN Zaporizhzhia milik Rosatom dengan drone kamikaze yang menghantam gedung turbin dan memicu ledakan.
  • Pemerintah Ukraina membantah tuduhan serangan ke PLTN, menegaskan hanya menyerang kilang minyak, sementara upaya negosiasi damai kedua negara masih belum membuahkan hasil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Ukraina dikabarkan menyerang kilang minyak milik Rusia di Kota Saratov, Negara Bagian Saratov Oblast, pada Minggu (31/5/2026) malam waktu setempat. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat di sekitar area kilang. Beruntungnya, tidak ada laporan mengenai korban jiwa imbas serangan tersebut.

“Malam ini, tentara kita menerapkan sanksi jarak jauh Ukraina terhadap kilang minyak di Saratov, Rusia,  sekitar 700 kilometer (435 mil) dari garis depan. Sebuah pencapaian yang signifikan,” tulis Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dalam sebuah unggahan di media sosial, seperti dikutip The Hill.   

1. Kilang yang diserang Ukraina memasok minyak ke pasukan Rusia

Seorang prajurit sedang mengintai musuh.
ilustrasi pasukan Rusia (pexels.com/Bogdan Didukh)

Menurut Gubernur Saratov Oblast, Roman Busargin, kilang minyak yang diserang Ukraina tadi merupakan milik perusahaan minyak Rusia bernama Rosneft. Perusahaan tersebut dikabarkan menjadi pemasok minyak bagi pasukan militer Rusia untuk menyerang Ukraina. Inilah yang ditengarai menjadi alasan Ukraina menyerang kilang minyak tersebut. 

Busargin menambahkan, Ukraina menyerang kilang minyak milik Rosneft menggunakan drone.  Selain menyebabkan kerusakan pada kilang, serangan tersebut juga merusak sejumlah infrastruktur publik di sekitar area kilang. Menurutnya, kerusakan yang timbul juga cukup parah. Namun, Busargin tidak merinci infrastruktur publik apa saja yang rusak akibat serangan tersebut. 

2. Ukraina dituduh melakukan serangan ke PLTN Rusia

Suasana di bangunan PLTN.
ilustrasi PLTN (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Selain menyerang kilang minyak di Saratov, Ukraina juga dikabarkan menyerang situs pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Rusia di Negara Bagian Zaporizhzhia. PLTN tersebut dioperasikan oleh perusahaan energi nasional milik Rusia bernama Rosatom. 

Menurut CEO Rosatom, Alexei Likhachev, drone Ukraina menghantam gedung ruang turbin di PLTN yang ia pimpin. “Siang ini, sebuah drone tempur kamikaze Ukraina menyerang gedung ruang turbin Unit Pembangkit Listrik No. 6. Insiden ini mengakibatkan ledakan,” kata Likhachev. 

3. Ukraina membantah telah menyerang PTLN Rusia

Bendera Ukraina sedang berkibar.
potret bendera Ukraina (pexels.com/Mathias Reding)

Namun, kabar tadi langsung dibantah oleh Ukraina. Ukraina berdalih sama sekali tidak melakukan serangan ke PLTN Rusia di Zaporizhzhia. Mereka mengaku hanya meluncurkan serangan ke kilang minyak di Saratov. 

Hingga saat ini, Ukraina dan Rusia masih saling meluncurkan serangan. Bahkan, Zelenskyy pada Jumat (29/5/2026) pekan lalu mengatakan, Rusia kini sedang bersiap untuk kembali melakukan serangan besar-besaran ke Ukraina. 

Untuk meredakan perang, Ukraina dan Rusia sebetulnya sudah tiga kali menggelar negosiasi perdamaian. Namun, ketiga upaya itu masih gagal membuahkan kesepakatan damai antara kedua negara. Beberapa waktu lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, sempat mengatakan siap bertemu dengan Zelenskyy di Moskow untuk menyepakati perdamaian. Namun, hingga saat ini, belum ada kelanjutan dari rencana tersebut.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More