Usai Pemilihan Anggota Parlemen, Vietnam Bebaskan Hampir 10 Ribu Narapidana

- Pemerintah Vietnam akan membebaskan 9.950 narapidana pada Juni 2026, termasuk warga asing, sebagai bagian dari kebijakan amnesti nasional yang diumumkan setelah pemilihan anggota parlemen.
- Sebanyak 63 warga negara asing turut menerima amnesti, melanjutkan tradisi Vietnam yang kerap memberikan pengampunan kepada tahanan luar negeri pada momen penting kenegaraan.
- Amnesti ini tidak berlaku bagi pelaku terorisme dan makar, dengan fokus pada aspek kemanusiaan serta reintegrasi sosial bagi narapidana yang telah memenuhi syarat hukum.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Vietnam mengumumkan rencana pembebasan 9.950 narapidana pada awal Juni 2026. Kebijakan keringanan hukuman atau amnesti ini diberikan kepada warga negara Vietnam serta puluhan warga negara asing yang sedang menjalani masa tahanan dan telah memenuhi syarat hukum.
Keputusan tersebut disampaikan tak lama setelah Vietnam selesai menggelar pemilihan anggota parlemen. Dokumen resmi mengenai pembebasan massal ini ditandatangani langsung oleh Presiden Vietnam sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, dan diumumkan dalam jumpa pers di Hanoi pada Sabtu (30/5/2026).
1. Keterkaitan dengan agenda pemilihan parlemen
Pemberian amnesti ini merupakan bagian dari program pemerintah yang berkaitan dengan kelancaran agenda politik nasional. Wakil Menteri Keamanan Publik Vietnam, Le Van Tuyen, menjelaskan bahwa hal ini merupakan bentuk apresiasi atas selesainya kegiatan kenegaraan berskala besar.
"Amnesti ini menjadi tanda keberhasilan acara Kongres Partai Komunis dan pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat," kata Le Van Tuyen, dilansir The Star.
Vietnam memang memiliki tradisi memberikan pengampunan pada momen-momen penting. Sebelumnya, pada tahun 2025, negara ini juga telah membebaskan lebih dari 22 ribu narapidana untuk memperingati 50 tahun berakhirnya Perang Vietnam dan 80 tahun hari kemerdekaan mereka.
2. Puluhan warga negara asing ikut dibebaskan
Dari total keseluruhan narapidana yang mendapat amnesti tahun ini, terdapat 63 orang warga negara asing yang terdiri dari 56 laki-laki dan tujuh perempuan. Namun, pihak berwenang belum merinci dari negara mana saja para tahanan tersebut berasal.
Pembebasan tahanan dari luar negeri dalam program amnesti bukan hal baru di Vietnam. Pada 2024 lalu, Vietnam juga tercatat memberikan pengampunan kepada 20 narapidana asing, termasuk di antaranya warga negara China dan Amerika Serikat, yang bertepatan dengan perayaan Hari Nasional.
3. Tidak berlaku bagi kasus terorisme dan makar
Meski bersifat massal, pemberian amnesti ini memiliki batasan hukum yang ketat. Narapidana yang terjerat kasus terorisme atau terbukti melakukan upaya makar (menggulingkan pemerintah) dipastikan tidak masuk dalam daftar penerima pembebasan.
Program pembebasan ini lebih difokuskan pada tujuan kemanusiaan dan reintegrasi sosial, yakni memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk kembali hidup normal di tengah masyarakat.
"Amnesti ini memiliki arti yang sangat penting bagi politik, hukum, dan rasa kemanusiaan kita," kata Wakil Kepala Kantor Presiden Vietnam, Can Dinh Tai.


















