Menurut polisi Teheran, pemilik kafe juga dengan sengaja mempropagandakan gerakan-gerakan Satanik kepada pengunjungnya. Kegiatan ini sangat mengganggu karena Iran merupakan negara beragama yang menjunjung tinggi ajaran Islam sehingga tidak percaya pada kepercayaan sesat.
Diduga Ada Aktivitas Satanik, Iran Tutup Paksa Kafe di Teheran

- Pemerintah Iran menutup paksa sebuah kafe di Teheran setelah diduga menggelar acara dengan aktivitas berbau Satanik yang diiringi musik Barat dan dihadiri banyak pengunjung muda.
- Polisi menyebut pemilik kafe mempropagandakan gerakan Satanik melalui tarian dan perilaku aneh para pengunjung, yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam di Iran.
- Otoritas Iran menegaskan penolakan terhadap ajaran Satanik karena dinilai melanggar syariah, serta berkomitmen membasmi kepercayaan sesat demi menjaga norma dan ajaran Islam.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menutup paksa sebuah kafe yang berada di Ibu Kota Teheran karena diduga melakukan aktivitas berbau Satanik. Penutupan tersebut dilakukan pada Minggu (31/5/2026).
Berdasarkan laporan media Iran, Far News Agency, kafe itu mengizinkan sebuah acara yang diduga berkaitan dengan kepercayaan Satanisme. Acara tersebut diiringi musik-musik bergaya Barat dan dihadiri oleh banyak orang.
1. Pemilik kafe mempropaganda gerakan Satanik

Dalam sebuah video yang beredar di internet, para pengunjung kafe tersebut terlihat melakukan hal tidak biasa. Mereka berjoget dengan menaikkan kepala ke atas dan ke bawah sembari diiringi oleh musik Barat.
“Berdasarkan informasi yang diterima, pelanggan kafe ini, termasuk anak perempuan dan laki-laki muda, terlihat dalam keadaan tidak wajar. Mereka melakukan gerakan aneh dan ganjil yang disebut sebagai gerakan Satanik,” bunyi laporan Tasnim News yang diunggah di X.
2. Satanik merupakan kepercayaan yang didasarkan pada setan

Sebagai informasi, Satanik merupakan aliran kepercayaan yang didasarkan kepada setan atau iblis. Jadi, para penganut kepercayaan ini menganggap setan dan iblis sebagai tuhan yang wajib disembah.
Satanik berasal dari kata Satan. Dalam ajaran agama Islam dan Kristen, Satan dikenal dengan sebutan setan. Setan diceritakan sebagai pengikut Tuhan yang membangkan kepada ajarannya. Ia akhirnya dikeluarkan dari surga dan turun ke bumi untuk menggoda umat manusia.
Dilansir Britannica, kepercayaan Satanik sering kali berkaitan dengan ilmu sihir. Sebab, para penganut kepercayaan ini biasanya memuja setan untuk mendapatkan kekuatan sihir. Kekuatan ini digunakan untuk mencelakai atau menyakiti orang.
3. Iran sangat menentang ajaran Satanik karena melanggar syariah

Sebagai negara yang menganut ajaran Islam, Iran sangat menentang kepercayaan Satanik untuk hadir di negaranya. Sebab, kepercayaan tersebut dianggap sesat dan melanggar syariah Islam.
Oleh karena itu, pemerintah Iran berjanji akan membasmi seluruh kepercayaan sesat di wilayahnya. Ini dilakukan untuk menjaga syariah dan norma-norma Islam agar tidak ternodai oleh kepercayaan sesat seperti Satanik



















