Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Teddy Ungkap Prabowo Bawa Tiga Pesan Utama Indonesia di BRICS 2026
Presiden RI Prabowo Subianto bersama para pemimpin negara anggota BRICS menanam pohon banyan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026) (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menyampaikan di KTT BRICS 2026 bahwa kemandirian nasional bertumpu pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, khususnya pangan, energi, dan pendidikan.
  • Indonesia mendorong solidaritas negara-negara Global South, menghidupkan semangat Konferensi Asia-Afrika agar negara berkembang setara dalam memperjuangkan kepentingan dan masa depan bersama.
  • Prabowo meminta BRICS mengubah kekuatan populasinya menjadi kerja sama konkret serta memperkuat PBB agar lebih representatif, responsif, dan relevan dalam tata kelola global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
12 September 2026

Prabowo Subianto menghadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi dan menyampaikan tiga pesan Indonesia: kemandirian nasional, solidaritas Global South, serta penguatan kerja sama BRICS dan tata kelola global yang adil.

14 September 2026

Teddy Indra Wijaya menjelaskan tiga pesan Prabowo dalam KTT BRICS, termasuk penguatan ketahanan pangan, energi, dan pendidikan serta peran PBB dalam sistem multilateral.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tiga pesan Indonesia pada KTT BRICS 2026: kemandirian nasional, solidaritas Global South, dan penguatan kerja sama BRICS untuk tata kelola global yang lebih adil.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tersebut. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan mengenai isi pesan Indonesia.
  • Where?
    Pesan itu disampaikan dalam KTT BRICS di New Delhi, India, pada sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism.”
  • When?
    Prabowo menghadiri dan menyampaikan pesan pada Sabtu, 12 September 2026. Teddy Indra Wijaya memberikan keterangannya pada Senin, 14 September 2026.
  • Why?
    Indonesia mendorong sistem global yang lebih inklusif, memperkuat posisi negara berkembang, memenuhi kebutuhan dasar nasional, serta memperjuangkan kepentingan bersama Global South.
  • How?
    Indonesia menggunakan forum BRICS untuk mendorong ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta memperkuat PBB agar lebih representatif dan responsif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo pergi ke pertemuan BRICS di India. Ia membawa tiga pesan dari Indonesia. Indonesia ingin punya cukup makanan, energi, dan sekolah. Ia juga mengajak negara berkembang untuk bersatu. BRICS diminta bekerja sama lebih nyata. Prabowo bilang PBB tetap penting dan perlu dibuat lebih kuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penyampaian tiga pesan Indonesia di BRICS memperlihatkan upaya diplomasi yang menghubungkan penguatan kebutuhan dasar di dalam negeri dengan solidaritas negara berkembang. Penekanan pada pangan, energi, pendidikan, serta kolaborasi antarnegera memberi dasar yang konstruktif bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan nasional sekaligus mendukung tata kelola global yang lebih inklusif dan representatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tiga pesan utama Indonesia saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Tiga hal tersebut mencakup kemandirian dan ketahanan nasional, solidaritas negara-negara Global South, serta penguatan kerja sama BRICS untuk mendorong tata kelola dunia yang lebih adil.

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengatakan, tiga pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism.” Indonesia menggunakan forum tersebut untuk mendorong sistem global yang lebih inklusif sekaligus memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam menentukan kepentingannya.

Pesan pertama, berkaitan dengan pentingnya membangun kemandirian sekaligus ketahanan nasional. Prabowo menilai kekuatan sebuah negara perlu ditopang kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan, energi, dan pendidikan.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Teddy dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

1. Harus mampu memenuhi kebutuhan dasar

Prabowo Subianto menyampaikan pesan persatuan dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, India. (Sumber: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Menurut Teddy, kemampuan memenuhi kebutuhan dasar menjadi salah satu pijakan bagi Indonesia dalam menentukan kebijakan pembangunan dan memperjuangkan kepentingan nasional. Ketahanan di sektor pangan, energi, dan pendidikan juga menjadi bagian penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan internasional.

Pesan Prabowo kedua mengenai perlunya mempererat persatuan negara-negara Global South. Dalam forum BRICS, Presiden mengingatkan pentingnya solidaritas antarnegara berkembang agar memiliki kekuatan lebih besar dalam menghadapi perubahan dan persoalan global.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ujar dia.

2. Semangat Konferensi Asia-Afrika masih relevan

Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026) (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Semangat Konferensi Asia-Afrika dinilai masih relevan dengan perkembangan dunia saat ini. Negara-negara berkembang memiliki peran yang semakin besar dalam perekonomian dan dinamika geopolitik internasional sehingga kerja sama dan persatuan diperlukan untuk memperkuat suara Global South.

Persatuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperjuangkan tatanan dunia yang memberikan ruang lebih besar bagi negara berkembang. Dengan posisi yang setara, negara-negara Global South dapat menyuarakan kepentingan bersama sekaligus ikut menentukan arah perubahan global.

Pesan ketiga, menyangkut potensi BRICS yang memiliki cakupan besar dari sisi populasi dunia. Prabowo mendorong agar kekuatan tersebut tidak berhenti pada posisi sebagai kelompok ekonomi dan politik, tetapi diwujudkan melalui kerja sama yang memberikan dampak nyata.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” kata Teddy.

3. Prabowo singgung posisi PBB di KTT BRICS

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India. (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Dorongan tersebut sejalan dengan pandangan Indonesia mengenai pentingnya membangun tata kelola global yang lebih adil dan terbuka. Prabowo juga menekankan posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bagian penting dalam sistem multilateral dunia.

Menurut Presiden, keberadaan PBB tetap diperlukan sebagai pusat sistem multilateral. Namun, lembaga tersebut perlu diperkuat agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan situasi global dan menghasilkan kebijakan yang lebih relevan bagi masyarakat dunia.

“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” ujar Teddy.

Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS menjadi salah satu jalur diplomasi untuk mendorong kerja sama antarnegara berkembang sekaligus memperjuangkan pembentukan tatanan internasional yang lebih seimbang.

Pemerintah juga menempatkan forum tersebut sebagai ruang untuk memperluas kolaborasi dan memperkuat kepentingan nasional.

"Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia terus bergerak aktif mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa," ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article