Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tertunda 4 Bulan, Iran Akhirnya Kuburkan Khamenei di Al-Mashhad
potret eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Khamenei.ir/Mhhossein via commons.wikimedia.org/Mhhossein)
  • Iran akhirnya menguburkan mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Al-Mashhad setelah tertunda empat bulan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
  • Ribuan pelayat berpakaian hitam menghadiri pemakaman, disertai protes keras terhadap Donald Trump yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Khamenei.
  • Prosesi pemakaman berlangsung selama sepekan melewati Teheran hingga kota suci Irak sebelum jenazah dimakamkan di kompleks Imam Reza tanpa kehadiran Mojtaba Khamenei karena alasan keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran akhirnya resmi menguburkan mantan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, di kota kelahirannya, Al-Mashhad, pada Kamis (9/7/2026). Ia dimakamkan bersama empat anggota keluarganya, termasuk sang istri, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, yang juga tewas terkena serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. 

Jenazah Khamenei dan keluarganya dibawa ke Al-Mashhad menggunakan truk. Sesampainya di sana, ribuan pelayat berpakaian serba hitam sudah menyambut kedatangan jenazah Khamenei. Sejumlah pejabat tinggi Iran juga datang ke Al-Mashhad untuk menyaksikan penguburan jenazah Khamenei. Salah satunya adalah Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf.  

1. Para pelayat memprotes Donald Trump di tengah penguburan Khamenei

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (whitehouse.gov/Shealeah Craighead via commons.wikimedia.org/Shealeah Craighead)

Penguburan Khamenei di Al-Mashhad diwarnai aksi protes dari warga Iran yang melayat. Mereka ramai-ramai meneriakkan kata-kata kebencian terhadap Presiden AS, Donald Trump. Sebab, mereka menilai Trumplah yang sudah menyebabkan Khamenei tewas akibat serangan AS dan Israel. 

“Hai, Trump! Kami akan membunuhmu,” teriak para pelayat dalam bahasa Iran yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, seperti dilansir CNA.

2. Penguburan Khamenei dilakukan usai upacara pemakaman selama satu pekan

ilustrasi upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei (pexels.com/Mustafa KILIC)

Penguburan jenazah Khamenei dan keluarganya di Al-Mashhad dilakukan usai rangkaian prosesi pemakaman panjang yang digelar di Ibu Kota Teheran sejak Jumat (3/7/2026) pekan lalu. Setelah proses di Teheran selesai, jenazah Khamenei lantas dibawa ke tiga kota suci di Irak, yakni Qom, Najaf, dan Karbala. Setelah itu, jenazah Khamenei dibawa ke Al-Mashhad, Iran, untuk langsung dikuburkan. 

Suasana haru menyelimuti area pemakaman Imam Reza sesaat sebelum peti berisi jenazah Khamenei dan keluarganya diturunkan ke liang lahat. Namun, di sana, tidak terlihat kehadiran putra Khamenei sekaligus Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei. Ia dilarang datang ke acara pemakaman untuk menghindari bahaya serangan Amerika Serikat.

3. Khamenei resmi dimakamkan usai tertunda akibat serangan AS-Israel ke Iran

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Pemakaman Khamenei dan keluarganya ini akhirnya digelar usai tertunda selama kurang lebih empat bulan. Hal ini terjadi karena AS dan Israel beberapa bulan lalu masih menyerang Iran secara brutal. Oleh karena itu, pemakaman tidak bisa dilakukan demi alasan keamanan. Sebab, Iran ketika itu khawatir AS dan Israel akan menyerang di tengah pemakaman sang mendiang.

"Jenazah pemimpin Revolusi Islam (Iran) yang gugur dimakamkan di aula peringatan makam Imam Reza," demikian bunyi laporan stasiun televisi milik Pemerintah Iran, IRIB, yang dikutip The New Arab pada Jumat (10/7/2026). 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article