Jakarta, IDN Times - Pemerintah Thailand menolak pernyataan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Situasi Hak Asasi Manusia di Kamboja, Tom Andrews. Mereka menilai, laporannya menyiratkan Bangkok menjadi pihak yang memulai konflik perbatasan dengan Kamboja.
Kementerian Luar Negeri Thailand menegaskan konflik tersebut bukan dipicu oleh pihaknya, melainkan berawal dari serangan yang dilakukan Kamboja ke wilayah sipil Thailand.
Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas komentar Andrews dalam konferensi pers di Phnom Penh yang menyoroti dampak kemanusiaan akibat konflik di perbatasan kedua negara.
Meski pertempuran telah berakhir setelah penandatanganan perjanjian damai pada Oktober 2025, ketegangan antara Thailand dan Kamboja masih terus berlanjut, terutama terkait tuduhan pendudukan wilayah di sepanjang perbatasan.
