ilustrasi tanah longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)
Dilansir The Japan Times, enam orang tewas dan sedikitnya enam lainnya hilang usai sejumlah tanah longsor menghantam rumah-rumah di Prefektur Kanagawa dan Chiba. Polisi, petugas pemadam kebakaran (damkar), dan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) melakukan pencarian di kedua prefektur tersebut.
Di Kota Yokosuka, Kanagawa, seorang perempuan berusia 64 tahun ditemukan meninggal setelah rumahnya terkena longsoran lumpur. Sekitar satu kilometer dari lokasi itu, pasangan berusia 70-an juga hilang usai tanah longsor menghantam rumah mereka.
Dua orang lainnya hilang di Kota Miura, Kanagawa. Seorang perempuan berusia 20-an belum ditemukan setelah lumpur dan puing-puing masuk ke lantai pertama gedung apartemennya. Di lokasi berbeda, seorang perempuan juga hilang usai tanah longsor merusak bangunan tempat tinggalnya.
Sementara di Sodegaura, Prefektur Chiba, seorang pekerja berusia 51 tahun meninggal setelah dirinya dan alat berat yang dioperasikannya jatuh ke rumpun bambu saat membersihkan lumpur dan puing dari jalan dekat lokasi longsor. Polisi masih menyelidiki insiden tersebut.
Di Sanmu, Chiba, sebuah rumah ambruk lantaran tanah longsor. Seorang perempuan berusia 70-an sempat dibawa ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Tanah longsor juga menghantam dua rumah di Kamogawa, Chiba. Pasangan berusia 80-an tewas, sementara dua laki-laki berusia 60-an dan 70-an masih belum ditemukan.
Laporan terakhir tercatat di Kota Mobara, Chiba, yang mana seorang perempuan berusia 80-an juga dinyatakan meninggal usai rumahnya ambruk.