Topan Dujuan Lumpuhkan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

- Topan Dujuan menerjang Jepang timur dengan angin hingga 143 km/jam, memicu ancaman banjir, longsor, dan imbauan pengungsian nonwajib bagi lebih dari 1,6 juta warga sekitar Tokyo.
- Hujan ekstrem melanda pesisir Jepang sejak 19 September, dengan curah hujan melebihi 800 milimeter di Oshima; peringatan longsor tertinggi berlaku di Kepulauan Izu.
- Gangguan transportasi meluas: Japan Airlines dan ANA membatalkan total 275 penerbangan, sejumlah kereta dihentikan, lebih dari 4.000 rumah di Chiba padam listrik, serta kegiatan publik ditunda.
Jakarta, IDN Times – Topan Dujuan menerjang Jepang bagian timur pada Senin (21/9/2026), membawa ancaman banjir bandang, tanah longsor, serta gangguan transportasi massal. Ribuan rumah kehilangan aliran listrik dan ratusan penerbangan domestik maupun internasional dibatalkan, sedangkan perjalanan Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi menuju Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), tertunda empat jam akibat cuaca ekstrem, dilaporkan The Straits Times.
Dampak badai turut menghambat kegiatan warga di sejumlah wilayah. Transportasi umum berhenti beroperasi, sementara hari terakhir Tokyo Game Show, festival musik luar ruang, pertandingan bisbol di Chiba, hingga kompetisi equestrian Asian Games di Prefektur Aichi dibatalkan atau ditunda. Selain itu, terdapat imbauan evakuasi bagi warga terdampak, sementara Pemerintah Kota Kamakura melaporkan genangan di berbagai titik yang membahayakan perjalanan darat.
1. Topan Dujuan picu hujan lebat Honshu

ilustrasi badai (pexels.com/Josh Sorenson) Dilansir BBC, pusat topan berada di lepas pantai timur Kepulauan Izu dengan membawa angin hingga 143 kilometer per jam dan hembusan maksimum 198 kilometer per jam. Sementara itu, wilayah selatan dan timur Honshu dilanda hembusan berkelanjutan hingga 126 kilometer per jam, sedangkan bagian depan badai tetap membawa hujan sangat lebat ke tenggara Honshu meski sistem tersebut diperkirakan tak mendarat langsung.
Besarnya risiko membuat otoritas setempat mengeluarkan imbauan keselamatan bagi masyarakat. Fire and Disaster Management Agency (FDMA) mencatat lebih dari 1,6 juta warga di sekitar Tokyo berada dalam status imbauan pengungsian nonwajib. Ancaman tanah longsor meningkat di Tokyo, Chiba, Kanagawa, dan Shizuoka, serta otoritas terus mengawasi kemungkinan terbentuknya pita hujan linear di Kanto dan Jepang tengah.
2. Hujan lebat guyur pesisir Jepang

ilustrasi hujan (pexels.com/Manuel Muñoz) Hujan deras telah mengguyur wilayah pesisir selama beberapa hari dan akumulasinya sejak 19 September 2026 mencapai lebih dari 300 milimeter di Kepulauan Izu, Chiba, serta kawasan Pasifik lainnya. Curah hujan di Chiba bahkan melampaui 500 milimeter dalam dua hari terakhir, sedangkan Kota Oshima mencatat lebih dari 800 milimeter.
Tambahan hujan 100–200 milimeter masih berpotensi terjadi hingga Selasa (22/9/2026) sore dan mendorong peringatan longsor tingkat tertinggi di Kepulauan Izu. Japan Meteorological Agency (JMA) memperkirakan total curah hujan hingga 22 September 2026 bisa melampaui rata-rata bulanan September, sementara perwakilan JMA, Takuya Hosomi, menyampaikan bahwa hujan berisiko terus berlangsung ketika topan bergerak ke utara. Gelombang laut diperkirakan turun dari 6–9 meter menjadi 5–7 meter seiring sistem badai melemah ke arah timur laut, tetapi warga diimbau tetap mewaspadai banjir, petir, dan tornado.
3. Topan Dujuan ganggu penerbangan Jepang

Pesawat Japan Airlanes (pexels.com/Tama Utama) Gangguan akibat topan terasa kuat pada sektor penerbangan di sejumlah titik transit utama. Japan Airlines membatalkan 120 penerbangan domestik dan 15 internasional, All Nippon Airways membatalkan 140 penerbangan domestik, sedangkan Scoot menjadwal ulang empat penerbangan yang menghubungkan Singapura, Taipei, dan Tokyo Narita, sementara Singapore Airlines menyatakan seluruh operasional penerbangannya tetap berjalan tanpa terdampak badai.
Gangguan juga meluas ke transportasi darat setelah layanan kereta di sejumlah rute dihentikan sementara. Dampak fisik topan tercatat meliputi satu orang mengalami luka ringan, sembilan rumah rusak, dan lebih dari 4 ribu rumah tangga di Chiba kehilangan aliran listrik.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















