Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Topan Dujuan Tewaskan 4 Orang di Jepang, 6 Lainnya Hilang

3 min read
Topan Dujuan Tewaskan 4 Orang di Jepang, 6 Lainnya Hilang
ilustrasi tanah longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)
  • Topan Dujuan menewaskan empat orang akibat longsor di Kanagawa dan Chiba, sementara enam orang masih hilang dan pencarian melibatkan polisi, pemadam kebakaran, serta Pasukan Bela Diri Jepang.
  • Hujan ekstrem memecahkan rekor di Oshima dan sejumlah wilayah Chiba, memicu longsor, banjir, luapan Sungai Takasaki, serta dampak pada lebih dari 470 bangunan.
  • Hingga Selasa sore, 42.260 rumah tangga masih padam listrik; layanan kereta terganggu dan ratusan penerbangan dibatalkan setelah otoritas sempat meminta 1,9 juta warga mengungsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times  -  Empat orang tewas dan sedikitnya enam lainnya hilang setelah Topan Dujuan membawa hujan lebat, angin kencang, banjir, dan tanah longsor ke wilayah timur Jepang pada Senin (21/9/2026). 

Topan tersebut juga memicu pemadaman listrik dan mengganggu penerbangan serta layanan kereta. Sebagian besar perintah evakuasi dicabut pada Selasa (22/9) setelah Dujuan bergera menjauh dari pesisir timur Jepang. 

  1. 1. Tanah longsor tewaskan empat orang di Kanagawa dan Chiba

    tanah longsor
    ilustrasi tanah longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)

    Dilansir The Japan Times, empat korban tewas tercatat di Prefektur Kanagawa dan Chiba. Di Kota Yokosuka, Kanagawa, seorang perempuan berusia 64 tahun ditemukna meninggal di rumahnya setelah lumpur dan material longsor masuk ke lanta pertama bangunan tersebut.

    Sementara di Sodegaura, Prefektur Chiba, seorang pekerja berusia 51 tahun meninggal dunia setelah dirinya serta alat berat yang dioperasikannya jatuh ke rumpun bambu saat membersihkan lumpur dan puing dari jalan di lokasi longsor. Polisi masih menyelidiki insiden tersebut.

    Dua korban lainnya merupakan perempuan berusia 70-an di Kamogawa dan perempuan berusia 80-an di Sanmu, Chiba. Keduanya tewas setelah tanah longsor menyebabkan rumah mereka runtuh.

    Enam orang yang masih hilang terdiri atas pasangan berusia 70-an di Yokosuka, dua orang di Miura, dan dua laki-laki di Kamogawa. Polisi, petugas pemadam kebakran, dan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) melakukan pencarian di Chiba dan Kanagawa. 

  2. 2. Curah hujan pecahkan rekor di sejumlah wilayah

    hujan deras
    ilustrasi hujan deras (pexels.com/BLACK IBEX)

    Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan khusus tanah longsor tingkat tertinggi untuk sejumlah wilayah Kepulauan Izu, termasuk Oshima. Curah hujan di Oshima mencapai 832 milimeter dalam 48 jam hingga Selasa pukul 01.30 waktu setempat (JST), tertinggi yang pernah tercatat di wilayah tersebut. 

    Rekor hujan juga tercatat di Chiba. Wilayah Sakahata di Kimitsu menerima 476,5 milimeter hujan dalam 48 jam hingga pukul 01.50, sedangkan Ichihara mencatat 487 milimeter hingga pukul 02.40.

    Banjir masih menggenangi kawasan sekitar Stasiun JR Sakura pada Selasa setelah Sungai Takasaki meluap. Air mencapai nyaris satu meter di beberapa lokasi. Lebih dari 470 bangunan rumah di Kanagawa, Chiba, dan Ibaraki juga dilaporkan terdampak.

    JMA memperingatkan risiko tanah longsor masih ada meskipun hujan telah berhenti karena air telah terakumulasi di dalam tanah. Warga di wilayah Kanto juga diminta mewaspadai banjir di dataran rendah serta kenaikan atas luapan sungai. 

  3. 3. Listrik dan transportasi masih terganggu akibat Dujuan

    Sebanyak 42.260 rumah tangga di empat prefektur masih mengalami pemadaman listrik hingga Selasa pukul 16.30, menurut Tokyo Electric Power Grid. Sebagian besar pemadaman terjadi di Chiba, sedangkan gangguan lainnya terjadi di Kanagawa, Yamanashi, dan Shizuoka. 

    Sejumlah layanan kereta juga dihentikan atau dibatalkan, termasuk beberapa bagian jalur Sobu, Narita, dan Sotobo milik Perusahaan Kereta Api Jepang Timur (JR East). Keikyu menghentikan layanan antaraStasiun Kanazawa-Hakkei dan Horinouchi serta antara Miurakaigan dan Misakiguchi.

    Dilansir BBC, ratusan penerbangan dibatalkan lantaran topan tersebut. Pada puncak badai hari Senin, pihak berwenang memperingatkan adnya ancaman terhadap keselamatan nyawa dan meminta 1,9 juta orang menuju tempat perlindungan.

    Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melalui platform X menyampaikan belasungkawa dan simpati terhadap para korban. Ia juga mengatakan telah menginstruksikan pejabat pemerintah untuk menangani dampak topan.

    “Dengan rasa urgensi, saya menginstruksikan Kepala Sekretaris Kabinet Takehara dan Menteri Hosono untuk merespons dengan kesiapan penuh,” tulis Takaichi di X.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More