Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali memperingatkan bahwa Washington siap melanjutkan aksi militer besar-besaran terhadap Iran apabila upaya diplomasi tidak segera menghasilkan penyelesaian krisis di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump saat kedua negara saling menghentikan serangan untuk hari ketiga berturut-turut.
Pada Senin (27/7/2026), Trump mengatakan bahwa AS masih melakukan pembicaraan yang mendalam dengan Teheran. Namun, dia menegaskan bahwa peluang diplomasi sangat terbatas dan proses negosiasi harus bergerak cepat, dikutip dari Anadolu.
Pernyataan Trump muncul setelah Washington menghentikan serangan udara yang berlangsung selama hampir dua pekan. Sejumlah media AS sebelumnya melaporkan bahwa Wakil Presiden JD Vance dan sejumlah pejabat senior mendesak Trump untuk menghindari eskalasi lebih lanjut karena keterbatasan persediaan amunisi serta potensi konsekuensinya.
