Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menko PMK Dorong Kekayaan Hayati Jadi Modal Industri Obat Nasional

Menko PMK Dorong Kekayaan Hayati Jadi Modal Industri Obat Nasional
Menko PMK Pratikno saat sambutan acara dalam Forum Menenun Kebijakan mengenai diseminasi dan konsultasi analisis kebijakan obat dan makanan di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Jakarta, Senin (14/9/2026).
  • Menko PMK Pratikno mendorong kekayaan hayati Indonesia menjadi modal industri obat nasional untuk mengurangi ketergantungan produk kesehatan impor dan menggerakkan ekonomi.
  • Indonesia memiliki lebih dari 30.000 jenis tanaman, dengan sekitar 9.600 berpotensi sebagai obat; optimalisasinya perlu dipadukan dengan riset dan teknologi.
  • Pratikno menekankan peran BPOM dalam mengawal keamanan produk serta perlunya edukasi agar masyarakat kritis terhadap iklan obat dan makanan digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mendorong pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia, untuk memperkuat kemandirian industri obat nasional.

Pratikno memandang kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia dapat menjadi modal penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk kesehatan impor, sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.

“Indonesia mempunyai kekayaan hayati yang luar biasa, dan ini adalah modal yang sangat penting agar industri kita bisa mandiri,” ujar Pratikno saat memberikan arahan dalam acara Menenun Kebijakan, diseminasi dan konsultasi analisis kebijakan obat serta makanan di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Jakarta, Senin (14/9/2026).

  1. 1. Indonesia mempunyai aset aneka ragam hayati yang berharga

    Menko PMK Dorong Kekayaan Hayati Jadi Modal Industri Obat Nasional
    Ilustrasi siklus hidup tumbuhan (unsplash.com/id/@vitormonthay)

    Dikutip dari laman Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Indonesia memiliki lebih dari 30 ribu jenis tanaman. Dan sekitar 9.600 tanaman diketahui memiliki nilai kegunaan sebagai tanaman obat.

    Dari jumlah tersebut, sekitar 6.000 hingga 7.000 tanaman sudah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Tentunya, obat tradisional yang berasal dari tanaman obat memiliki efek samping yang relatif kecil jika penggunaannya tepat.

  2. 2. Ketergantungan terhadap produk kesehatan impor perlu ditekan

    Menko PMK Dorong Kekayaan Hayati Jadi Modal Industri Obat Nasional
    ilustrasi obat oral pil, tablet, kapsul (IDN Times/NRF)

    Dorongan mengenai kemandirian industri obat juga berkaitan dengan upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk kesehatan dari luar negeri.

    Pratikno menilai penguatan industri dalam negeri menjadi penting, agar kebutuhan kesehatan masyarakat dapat ditopang oleh kapasitas nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, potensi sumber daya alam Indonesia perlu dipadukan dengan kemampuan riset dan pengembangan teknologi.

    “Kita mendukung penuh kemandirian industri obat dalam negeri. Indonesia mempunyai kekayaan hayati yang luar biasa,” ujar Pratikno.

    Menurutnya, optimalisasi kekayaan hayati perlu diarahkan agar tidak berhenti sebagai sumber daya alam, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan.

  3. 3. Pengunaan riset menjadi faktor penting

    Menko PMK Dorong Kekayaan Hayati Jadi Modal Industri Obat Nasional
    ilustrasi ilmuwan melakukan riset obat (unsplash.com/National Cancer Institute)

    Pratikno menekankan penguasaan riset sebagai salah satu faktor penting dalam membangun industri obat nasional. Hal itu semakin relevan di tengah perkembangan bioteknologi global yang berlangsung pesat. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memperkuat kemampuan riset, agar kekayaan hayati dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan yang inovatif.

    Pratikno juga turut mengapresiasi peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menopang tugas berat dalam mengawal keamanan, mutu, dan khasiat produk obat dan makanan dari hulu hingga hilir.

    “Tugas berat BPOM dalam mengawal keamanan, mutu, dan khasiat produk dari hulu hingga hilir dinilai sangat esensial dan membutuhkan sinergi yang kuat lintas kementerian/Lembaga,” lanjut Pratikno.

  4. 4. Masyarakat diimbau lebih kritis terhadap iklan obat dan makanan

    Menko PMK Dorong Kekayaan Hayati Jadi Modal Industri Obat Nasional
    ilustrasi minum obat (IDN Times/NRF)

    Pratikno juga menilai perlindungan masyarakat sebagai konsumen juga menjadi perhatian. Menurutnya, penetrasi iklan produk obat dan makanan melalui teknologi digital semakin masif. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memiliki literasi dan kesadaran yang lebih baik, ketika menerima informasi mengenai produk kesehatan.

    Karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai perlu terus ditingkatkan, agar konsumen mampu mengambil keputusan secara tepat.

    “Marilah bersama meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar bukan hanya harapan hidup yang lebih panjang, tetapi harapan hidup sehat dan aktif yang lebih panjang,” kata Pratikno.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More