Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut kesepakatan damai terkait Iran kini sebagian besar telah dinegosiasikan. Menurutnya, jika benar rampung maka berpotensi membuka kembali Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir terganggu akibat perang di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial, di tengah upaya diplomatik yang melibatkan Iran, Pakistan, serta sejumlah negara Timur Tengah untuk menghentikan konflik yang pecah sejak Februari lalu setelah serangan AS dan Israel ke Iran.
“Bagian akhir dan rincian dari kesepakatan saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan,” tulis Trump di Truth Social. Ia juga mengatakan, kesepakatan yang sedang dibentuk akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia.
Namun, klaim Trump langsung dibantah media Iran, Fars News Agency. Dalam laporannya, Fars menyebut pernyataan Trump soal Selat Hormuz tidak sesuai dengan kenyataan. Mereka menegaskan, rancangan kesepakatan justru memberi Iran peran untuk mengelola selat tersebut.
Meski begitu, sejumlah laporan menunjukkan negosiasi memang terus bergerak. Pakistan yang ikut menjadi mediator menyebut pembicaraan menghasilkan perkembangan yang menggembirakan, sementara sumber yang terlibat dalam proses negosiasi menyebut rancangan kesepakatan itu cukup komprehensif untuk mengakhiri perang.
