Trump Sebut Somaliland Sebagai Sebuah Negara Tersendiri

- Donald Trump menyebut Somaliland sebagai negara berbeda dari Somalia dan meminta perubahan nama, meski maksud pernyataannya belum jelas.
- Juru bicara kepresidenan Somaliland menyambut pernyataan Trump sebagai pengakuan atas identitas, kedaulatan, dan perbedaan politik Somaliland dari Somalia.
- Setelah kunjungan presidennya ke AS, Somaliland mendorong dukungan kedaulatan serta berencana memperkuat kerja sama pertahanan dengan Israel, termasuk sistem pertahanan udara.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengakui Somaliland sebagai negara tersendiri yang berbeda dengan Somalia. Namun, ia meminta agar Somaliland mengubah nama negaranya.
“Saya memanggilnya Somalia Land, bukan Somaliland karena ini negara yang berbeda. Beberapa orang di Somaliland tidak berbuat apa-apa. Saya pikir mereka harus mengubah namanya sesegera mungkin,” tuturnya, dikutip dari Middle East Eye, Selasa (13/10/2026)
Belum diketahui secara pasti maksud pernyataan Trump mengenai Somaliland tersebut. Namun, kemerdekaan dari negara di Teluk Aden itu hingga kini hanya diakui oleh Israel.
1. Somaliland sambut baik pernyataan Trump

ilustrasi bendera Somaliland (pexels.com/ridwan-bukhari) Juru Bicara Kepresidenan Somaliland, Hussein Deyr, menyambut baik pernyataan Trump mengenai status negaranya. Menurutnya, Trump sudah mengakui Somaliland adalah negara yang berbeda dari Somalia.
“Kami bangga atas keteguhan dari rakyat Republik Somaliland di dalam maupun luar negeri. Kami juga menyambut baik pernyataan Trump yang membawa isu ini ke dunia internasional soal perbedaan mendasar antara Somaliland dan Somalia. Keduanya adalah negara yang berbeda dan punya identitas dan realitas politik yang beda,” ungkapnya, dikutip dari Telesur.
Deyr menambahkan, pernyataan Trump menunjukkan kebenaran ini kepada dunia setelah tidak dianggap selama 35 tahun. Ia menekankan bahwa kedaulatan dan identitas Somaliland tidak dapat dihapus dan dibantah begitu saja.
2. Presiden Somaliland berkunjung ke AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates) Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi sudah mengadakan kunjungan ke AS pada September. Kunjungan ini sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan soal kedaulatan wilayahnya dari Somalia usai diakui Israel.
Dilansir The Arab News, AS selama ini mendukung penuh kedaulatan Somalia dan mengakui Somaliland sebagai bagian Somalia. Namun, dukungan tersebut kian menurun menyusul adanya proposal ke parlemen soal rencana peningkatan hubungan AS di Somaliland.
3. Somaliland perkuat hubungan pertahanan dengan Israel

ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/levimeirclancy) Pekan lalu, Somaliland sudah menyatakan rencana penguatan kerja sama dengan Israel, termasuk pembelian sistem pertahanan udara. Rencana ini didorong keberadaan militer Turki di Somalia yang dipandang sebagai ancaman.
Dilansir The Jerusalem Post, pernyataan ini menunjukkan pandangan Somaliland untuk membangun hubungan dengan Israel sekaligus menjaga wilayahnya. Sebelumnya, Somaliland juga meminta Israel untuk mengirimkan tentara di Pelabuhan Berbera.



















