Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk menahan serangan ke Iran. Sebab, Trump mengklaim telah diminta oleh Iran dan negara Timur Tengah lainnya, termasuk Arab Saudi, untuk tidak melakaukan serangan. Sebagai gantinya, Trump mendesak Iran untuk segera mematuhi kesepakatan dengan AS. Jika tidak, maka serangan akan dilakukan.
"Amerika Serikat siap siaga dan siaga untuk melawan Republik Islam Iran dengan tingkat teror militer, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Meskipun demikian, kami baru saja diminta oleh Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya untuk menahan diri dari serangan apa pun karena batasan-batasan kesepakatan telah disetujui," ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, Sabtu (1/8/2026) malam waktu setempat, seperti dilansir Jerusalem Post.
