Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Ungkap AS-Iran Mulai Perundingan Terbaru Hari Ini

Trump Ungkap AS-Iran Mulai Perundingan Terbaru Hari Ini
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpartisipasi dalam wawancara dengan Bev Turner dari GB News di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, pada 14 November 2025. (flickr.com/The White House viacommons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Presiden AS Donald Trump mengumumkan perundingan baru dengan Iran dimulai Senin, setelah membatalkan rencana serangan demi diplomasi terkait Selat Hormuz dan program nuklir.
  • Iran sebagian besar menutup Selat Hormuz, jalur sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia, yang memicu kenaikan energi; harapan diplomasi menurunkan harga minyak lebih dari 4 persen.
  • Iran membahas diplomasi dengan Arab Saudi, Pakistan, dan Oman, sementara Israel menegaskan tetap akan menyerang jika Iran melanjutkan program nuklir atau rudal balistik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan Amerika Serikat (AS) dan Iran akan memulai pembicaraan, Senin (3/8/2026) waktu setempat. Meski demikian, Trump menolak menetapkan tenggat waktu bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump mengungkapkan dirinya membatalkan rencana serangan terhadap Iran, demi memberi kesempatan bagi proses diplomasi. Ia berharap negosiasi dapat menghasilkan pembukaan kembali Selat Hormuz, serta penyelesaian kebuntuan terkait program nuklir Iran.

Trump sebelumnya juga menyatakan di platform Truth Social bahwa Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran.

Namun, ia menegaskan, Teheran harus segera mencapai kesepakatan.

1. Trump tempuh jalur diplomasi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengikuti wawancara dengan Trey Yingst, koresponden luar negeri Fox News, di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, Washington D.C., pada 14 Juli 2026.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengikuti wawancara dengan Trey Yingst, koresponden luar negeri Fox News, di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, Washington D.C., pada 14 Juli 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Saat kembali ke Washington usai menghabiskan akhir pekan di New Jersey, Trump mengatakan, negosiasi akan dimulai pada Senin sore.

Meski mengonfirmasi pembicaraan akan berlangsung, Trump tidak menjelaskan lokasi maupun pihak-pihak yang akan terlibat dalam perundingan tersebut.

Ketika ditanya apakah ada batas waktu bagi Iran untuk menyepakati perjanjian, Trump memilih tidak memberikan jawaban.

“Apakah saya lebih memilih membuat kesepakatan? Saya tidak ingin membunuh orang karena orang akan mati, banyak orang akan mati, dan kami tidak menginginkan itu,” kata Trump kepada jurnalis, dikutip dari Channel News Asia.

Sebelumnya, Trump beberapa kali mengancam akan meningkatkan operasi militer terhadap Iran bersama Israel, tetapi kemudian kembali memberi ruang bagi upaya diplomasi yang hingga kini belum menghasilkan kesepakatan menyeluruh.

2. Selat Hormuz tetap jadi prioritas

Trump Ungkap AS-Iran Mulai Perundingan Terbaru Hari Ini
Selat Hormuz (Unsplash.com/Planet Volumes)

Perang yang berlangsung sejak akhir Februari telah meluas dari kawasan Teluk hingga Laut Merah, bahkan berdampak ke fasilitas di Mesir.

Iran sebagian besar menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia sebelum konflik pecah.

Penutupan tersebut memicu kenaikan harga energi global dan meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.

Trump sebelumnya berpendapat upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir sepadan dengan kenaikan harga bahan bakar dalam jangka pendek. Namun, tekanan ekonomi di dalam negeri membuat pemerintahannya didorong untuk segera mencari penyelesaian konflik.

Seiring munculnya harapan terhadap proses diplomasi, harga minyak dunia turun lebih dari 4 persen pada perdagangan awal Senin.

3. Iran lakukan upaya diplomatik

Trump Ungkap AS-Iran Mulai Perundingan Terbaru Hari Ini
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir, untuk membahas perkembangan diplomasi.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, juga melaporkan negosiasi antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menjelaskan pembahasan tersebut berfokus pada kesepakatan mengenai jalur pelayaran baru dan tidak berkaitan dengan pembukaan atau penutupan Selat Hormuz.

“Itu merupakan pembahasan yang terpisah,” katanya.

Sementara itu, Menteri Energi Israel Eli Cohen menegaskan koordinasi keamanan dan intelijen antara Israel dan Amerika Serikat terus berlangsung.

Ia menegaskan, sekalipun tercapai kesepakatan, Israel tetap akan bertindak apabila Iran kembali mengembangkan program nuklir atau industri rudal balistiknya.

“Dengan atau tanpa kesepakatan, dan terlepas dari komitmen eksternal apa pun, jika Iran mencoba melanjutkan program nuklirnya atau mengembangkan industri rudal balistiknya, kami akan berada di sana. Kami akan bertindak, dan kami akan menyerang,” ujar Cohen.

Iran sendiri terus membantah tuduhan bahwa mereka tengah mengembangkan senjata nuklir.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More