Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tung Chee-hwa, Pemimpin Pertama Hong Kong Wafat
Tung Chee-hwa pemimpin pertama Hong Kong usai kembali ke China, wafat di usia 89 tahun. (AFP/Greg Baker)
  • Tung Chee-hwa meninggal dunia pada usia 89 tahun, menurut pengumuman kantornya pada Rabu (9/9/2026).
  • Ia menjadi pemimpin pertama Hong Kong setelah penyerahan wilayah itu kepada China pada 1997 dan menjabat hingga 2005.
  • John Lee Ka-chiu, Donald Tsang, dan Leung Chun-ying mengenang kontribusi Tung bagi Hong Kong dan hubungan dengan China daratan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seberapa penting peran Tung Chee-hwa bagi Hong Kong?
Vote Now
29 Mei 1937

Tung lahir di Shanghai.

1947

Keluarga Tung pindah ke Hong Kong.

1960

Tung lulus pendidikan teknik kelautan di University of Liverpool.

1969

Tung kembali ke Hong Kong untuk bergabung dengan bisnis pelayaran keluarganya.

1985

Tung bergabung dengan komite yang membantu menyusun Basic Law Hong Kong.

1 Juli 1997

Inggris menyerahkan Hong Kong kepada China. Tung dipilih Beijing untuk memimpin Hong Kong.

1997

Masa awal pemerintahan Tung bertepatan dengan krisis keuangan Asia dan wabah flu burung.

Juli 2003

Sekitar 500 ribu orang memprotes rancangan undang-undang antipenghasutan yang didukung pemerintah.

2004

Warga Hong Kong menggelar demonstrasi yang menuntut demokrasi.

Desember 2004

Hu Jintao menegur Tung dan kabinetnya karena dinilai memiliki kinerja buruk.

2005

Tung mengundurkan diri dan posisinya diisi Donald Tsang.

2014

Tung meminta demonstran yang dipimpin mahasiswa untuk pulang.

2020

Tradisi aksi 1 Juli berakhir.

Selasa

Tung meninggal dunia dengan tenang di tengah keluarganya.

Rabu (9/9/2026)

Kantor Tung menyampaikan kabar duka kematiannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seberapa penting peran Tung Chee-hwa bagi Hong Kong?
Vote Now
  • What?
    Tung Chee-hwa, pemimpin pertama Hong Kong setelah kembali ke China, meninggal dunia pada usia 89 tahun.
  • Who?
    Tung Chee-hwa, mantan Chief Executive Hong Kong dan mantan taipan pelayaran.
  • Where?
    Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai lokasi Tung meninggal dunia.
  • When?
    Kantornya mengumumkan kabar duka pada Rabu (9/9/2026). Tung meninggal pada Selasa.
  • Why?
    Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian Tung.
  • How?
    Kantor Tung menyatakan ia meninggal dengan tenang di tengah keluarganya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seberapa penting peran Tung Chee-hwa bagi Hong Kong?
Vote Now

Tung Chee-hwa meninggal saat berusia 89 tahun. Ia dulu memimpin Hong Kong setelah Hong Kong kembali ke China pada 1997. Kantornya bilang ia meninggal dengan tenang bersama keluarganya pada Selasa. Banyak mantan pemimpin Hong Kong mengenangnya karena ia memimpin saat ada krisis dan masalah besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seberapa penting peran Tung Chee-hwa bagi Hong Kong?
Vote Now

Penghormatan dari John Lee Ka-chiu, Donald Tsang, dan Leung Chun-ying menunjukkan pengakuan atas peran Tung dalam masa awal pemerintahan Hong Kong setelah kembali ke China. Kiprahnya dalam menerapkan prinsip satu negara, dua sistem serta membangun hubungan ekonomi dengan China daratan tetap menjadi bagian dari catatan kepemimpinannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seberapa penting peran Tung Chee-hwa bagi Hong Kong?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Tung Chee-hwa, pemimpin pertama Hong Kong setelah wilayah tersebut kembali berada di bawah kekuasaan China pada 1997, meninggal dunia di usia 89 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan kantornya pada Rabu (9/9/2026).

Mantan taipan pelayaran yang dipilih Beijing untuk memimpin bekas koloni Inggris itu meninggal dunia pada Selasa (8/9). Dalam pernyataannya, kantor Tung menyatakan, dia meninggal dengan tenang di tengah keluarganya.

1. Jadi pemimpin Hong Kong setelah serah terima 1997

Tung menjadi figur penting dalam masa transisi Hong Kong setelah Inggris menyerahkan wilayah tersebut kepada China pada 1 Juli 1997. Beijing memilihnya untuk memimpin Hong Kong berdasarkan kerangka ‘satu negara, dua sistem’.

Sebagai pemimpin pertama setelah penyerahan, Tung menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas wilayah sekaligus menjalankan sistem pemerintahan baru. Masa awal pemerintahannya bertepatan dengan krisis keuangan Asia yang menyebabkan pengangguran meningkat dan pasar properti Hong Kong jatuh.

Kondisi tersebut memberikan tekanan besar kepada masyarakat Hong Kong. Pemerintahannya kemudian kembali menghadapi persoalan ketika terjadi wabah flu burung pada 1997 dan wabah SARS yang mematikan pada 2003.

Salah satu ujian politik terbesar Tung terjadi pada Juli 2003. Sekitar 500 ribu orang turun ke jalan untuk memprotes rancangan undang-undang antipenghasutan yang didukung pemerintah.

Besarnya gelombang demonstrasi membuat pemerintah akhirnya menunda rancangan undang-undang tersebut. Aksi 1 Juli yang awalnya digelar untuk memperingati penyerahan Hong Kong kepada China kemudian berkembang menjadi agenda tahunan, sebelum tradisi tersebut berakhir pada 2020.

2. Pemerintahan Tung diguncang protes

Pemerintahan Tung kembali menghadapi tekanan pada 2004 ketika warga Hong Kong menggelar demonstrasi yang menuntut demokrasi. Ketegangan tersebut memperbesar kritik terhadap pemerintahannya dan hubungan Hong Kong dengan Beijing.

Masa jabatan Tung mencapai titik terendah pada Desember 2004. Presiden China saat itu, Hu Jintao, secara terbuka menegur Tung dan kabinetnya karena dinilai memiliki kinerja buruk.

Tung akhirnya mengundurkan diri pada 2005, dua tahun sebelum masa jabatan keduanya berakhir. Dia menyebut, kondisi kesehatan sebagai alasan pengunduran dirinya. Posisi tersebut kemudian diisi oleh wakilnya, Donald Tsang.

Meski masa pemerintahannya penuh gejolak, sejumlah mantan pemimpin Hong Kong mengenang Tung sebagai sosok yang berperan penting dalam periode awal pemerintahan Hong Kong setelah kembali ke China.

Mantan Chief Executive Hong Kong, Leung Chun-ying mengatakan, Tung berjasa dalam menerapkan prinsip satu negara, dua sistem. Leung juga menyebut Tung sangat dipercaya oleh para pemimpin China.

“Tung memiliki sifat yang baik dan murah hati, serta mampu meyakinkan orang lain melalui alasan yang masuk akal. Dia merupakan teladan bagi kita semua,” tulis Leung melalui Facebook.

3. Dikenang sebagai jembatan Hong Kong dan China

Chief Executive Hong Kong saat ini, John Lee Ka-chiu, juga memberikan penghormatan kepada Tung. Lee menyoroti peran Tung dalam memimpin Hong Kong melewati krisis keuangan Asia 1997 serta upayanya memperkuat hubungan ekonomi dengan China daratan.

“Dengan pandangan jauh ke depan, dia membangun mekanisme untuk mendorong hubungan ekonomi dan perdagangan serta pembangunan yang terkoordinasi antara Hong Kong dan China daratan, sehingga meletakkan fondasi yang kokoh bagi daya saing Hong Kong yang berkelanjutan,” kata Lee.

“Kontribusinya kepada Hong Kong sangatlah signifikan,” tambahnya.

Mantan Chief Executive Donald Tsang, yang menjadi penerus Tung, menggambarkan pendahulunya sebagai sosok yang mudah didekati, lembut, berpikiran luas, visioner, dan memiliki pembawaan yang baik.

“Selama bekerja dengan Tuan Tung, saya menyaksikan dedikasinya yang tanpa pamrih terhadap pekerjaan. Selama bertahun-tahun, dia bekerja tanpa henti siang dan malam,” kata Tsang, seperti dikutip South China Morning Post.

Tung lahir di Shanghai pada 29 Mei 1937 dari keluarga yang dikenal sebagai salah satu dinasti pelayaran terkaya di China. Keluarganya pindah ke Hong Kong pada 1947.

Dia kemudian menempuh pendidikan teknik kelautan di University of Liverpool dan lulus pada 1960. Setelah sempat bekerja di Amerika Serikat, Tung kembali ke Hong Kong pada 1969 untuk bergabung dengan bisnis pelayaran keluarganya.

Pada 1985, Tung bergabung dengan komite yang membantu menyusun Basic Law, konstitusi mini Hong Kong yang menjadi dasar pemerintahan wilayah tersebut setelah kembali ke China.

Setelah meninggalkan jabatan kepala eksekutif, Tung tetap aktif dalam politik China dan Hong Kong. Dalam beberapa tahun terakhir, dia lebih jarang tampil di hadapan publik, termasuk tidak hadir dalam sejumlah upacara pengibaran bendera untuk memperingati penyerahan Hong Kong pada 1 Juli.

Tung juga sempat menjadi salah satu tokoh yang menyerukan agar demonstran pro-demokrasi mengakhiri aksi mereka. Saat demonstrasi yang dipimpin mahasiswa pada 2014 berlangsung, Tung secara terbuka meminta para demonstran untuk pulang.

Warisan politik Tung karena itu tetap kompleks. Dia dikenang sebagai pemimpin pertama Hong Kong di bawah pemerintahan China sekaligus tokoh yang memimpin wilayah tersebut melewati salah satu periode paling penuh gejolak dalam sejarah awal penerapan “satu negara, dua sistem”.

Yuk, pilih pandanganmu tentang peran Tung Chee-hwa

Seberapa penting peran Tung Chee-hwa bagi Hong Kong?

See More
Penting
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak penting

Curated For You

Editorial Team

Related Article