Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Museum Renoir Dibobol, Empat Lukisan Digondol dalam Lima Menit

Museum Renoir Dibobol, Empat Lukisan Digondol dalam Lima Menit
ilustrasi lukisan (pexels.com/ArtHouse Studio)
  • Empat lukisan Pierre-Auguste Renoir dicuri dari Museum Renoir di Cagnes-sur-Mer pada 8 September 2026. Dua karya ditemukan di taman, sedangkan dua lainnya masih hilang bernilai total 2,2 juta euro.
  • Dua pelaku diduga memotong pagar dan pengikat bingkai dengan gergaji listrik, lalu beraksi kurang dari lima menit. Museum ditutup sementara, sementara polisi terus memburu karya dan tersangka.
  • Pemerintah daerah meminta dukungan dana untuk memperkuat keamanan museum amid kejahatan terorganisasi. Sejarawan menilai lukisan Renoir sulit dijual dan optimistis karya hilang dapat ditemukan kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Empat lukisan karya seniman Impresionis Pierre-Auguste Renoir dicuri dari Museum Renoir di Cagnes-sur-Mer, Prancis selatan, pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Dilansir BBC, alarm museum aktif pukul 05.48 waktu setempat dan polisi tiba lima menit berselang. Namun, para pencuri berhasil melarikan diri setelah beraksi kurang dari lima menit.

Dari 12 karya yang dipamerkan, empat lukisan sempat dibawa kabur dan dua di antaranya ditinggalkan pelaku di taman museum saat melarikan diri. Wakil Wali Kota Cagnes-sur-Mer Caroline d’Amat menyebut bahwa dua karya yang masih hilang adalah Madame Colonna Romano senilai 2 juta euro (setara Rp39,2 miliar) dan Jeune femme au puits senilai 200 ribu euro (setara Rp3,92 miliar). Sementara itu, dua karya lain bernama Portrait de Madame Stephen Pichon dan Coco lisant berhasil diselamatkan.

  1. 1. Pencuri membobol museum dengan memotong pagar

    ilustrasi museum
    ilustrasi museum (pexels.com/Miguel González)

    Aksi pembobolan ini dilakukan dua orang yang memasuki kompleks museum setelah memotong pagar pembatas. Keduanya mengenakan helm, sarung tangan, serta pakaian tempur sebelum melepas lukisan dari pengikatnya menggunakan alat khusus. Di lokasi kejadian, pihak penyidik menemukan dua tas beritsleting yang diduga kuat milik para tersangka.

    Wali Kota Cagnes-sur-Mer Bryan Masson menilai aksi nekat tersebut menunjukkan bahwa pelaku memiliki persiapan matang dan informasi yang sangat akurat.

    “Mereka dilengkapi dengan gergaji listrik dan menggunakannya untuk memotong pengikat yang menahan bingkai karya-karya Renoir,” katanya, dikutip CNN Intenational.

    Melalui unggahan di akun Facebook miliknya, Masson juga menegaskan bahwa pencurian ini merupakan perkara yang sangat serius bagi daerahnya. Museum yang menyimpan berbagai benda pribadi Renoir sejak dibuka pada 1960 tersebut akhirnya ditutup sementara waktu. Keputusan ini diambil karena aksi kriminal tersebut dinilai telah merusak warisan sejarah dan budaya kota.

  2. 2. Pemerintah daerah mendorong penguatan keamanan museum

    ilustrasi lukisan
    ilustrasi lukisan (pexels.com/Marina Gr)

    Pihak Kantor Wali Kota Cagnes-sur-Mer mengapresiasi respons cepat kepolisian dan memastikan pencarian karya yang hilang terus dilakukan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi peringatan keras atas maraknya bentuk kejahatan terorganisasi yang menyasar institusi budaya. Mereka meminta pemerintah pusat Prancis memberi bantuan dana agar museum lokal mampu meningkatkan sistem keamanan secara optimal.

    Kasus ini kian memperpanjang daftar perampokan museum di Eropa setelah insiden besar di Museum Louvre serta pencurian lukisan Renaissance di Sisilia. Lembaga penegak hukum Uni Eropa, Europol, mengungkapkan bahwa metode kejahatan museum kini telah bergeser dari aksi diam-diam menjadi tindakan yang lebih agresif. Pola ini menunjukkan munculnya profil pelaku baru yang memiliki rekam jejak kejahatan berat di luar bidang benda budaya.

    Europol juga menyebutkan bahwa para pelaku kini cenderung menyasar barang bernilai tinggi seperti logam mulia, batu permata, dan artefak bersejarah. Pemilihan target tersebut didorong oleh tingginya permintaan pasar gelap serta kemudahan dalam menjual kembali barang curian tersebut.

  3. 3. Sejarawan menilai lukisan Renoir sulit dijual

    ilustrasi lukisan
    ilustrasi lukisan (pexels.com/Miguel González)

    Sejarawan kejahatan seni dari Universitas North Texas Laura Evans menyebut bahwa Renoir sebagai salah satu seniman yang karyanya paling sering menjadi sasaran pencurian. Kasus serupa bahkan pernah tercatat terjadi pada tahun 1951, 1985, 1990, 2000, hingga Maret tahun ini. Sifat fisik lukisan yang berukuran kecil memang sangat menarik bagi pencuri, meski kepopulerannya justru membuat karya tersebut hampir mustahil dijual.

    Evans optimistis karya yang hilang dapat ditemukan kembali karena seluruh lukisan Renoir yang pernah dicuri pada dekade sebelumnya berhasil diselamatkan. Namun, ia sangat menyayangkan aksi kriminal singkat ini karena telah merampas hak publik untuk menikmati karya seni berharga tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More