Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Ukraina menegaskan tidak akan mengakui rencana pemilihan umum parlemen Rusia di wilayah pendudukan, pada Kamis (13/8/2026). Sikap tegas ini diambil guna menjaga kedaulatan dan integritas wilayah negara.
Pemerintah Kiev mengimbau masyarakat internasional untuk menolak agenda politik bentukan Moskow tersebut. Seluruh proses pemungutan suara di kawasan konflik dinilai melanggar hukum internasional.
