Pabrik Senjata yang Menyuplai Ukraina di Bulgaria Meledak

- Pabrik senjata EMCO di Belitsa, Bulgaria, yang menyuplai amunisi buatan Uni Soviet ke Ukraina, meledak setelah truk terbakar pada 10 Agustus 2026.
- Seluruh pekerja dievakuasi tanpa korban jiwa atau luka, tetapi gudang habis terbakar dan bangunan sekitar terdampak; warga diminta membatasi aktivitas luar ruangan.
- Penyebab ledakan masih diselidiki, tanpa bukti intervensi asing; sebelumnya Bulgaria melaporkan drone kecil memasuki wilayah utara dekat pipa gas Trans-Balkan.
Jakarta, IDN Times - Sebuah pabrik senjata EMCO di Desa Belitsa, Tryavna, Bulgaria yang menyuplai amunisi ke Ukraina meledak pada Senin (10/8/2026). Ledakan tersebut disebut berasal dari sebuah truk yang terbakar di area pabrik.
Sementara itu, EMCO sebagai perusahaan pembuat senjata terbesar di Bulgaria menampik adanya kesalahan manusia dan menduga ada sabotase. Hingga kini, penyebab ledakan di pabrik senjata itu masih dalam penyelidikan.
Dilansir TVP World, pemilik EMCO, Emilian Gebrev sudah memperingatkan adanya ancaman sabotase Rusia di pabriknya dan industri pertahanan Bulgaria. Sementara itu, perusahaan itu sudah menyuplai Ukraina dengan amunisi buatan Uni Soviet.
1. Semua pekerja pabrik senjata sudah dievakuasi

ilustrasi ledakan bom (unsplash.com/kingmaphotos) Wali Kota Tryavna, Dencho Minev mengatakan bahwa api seluruh api sudah dipadamkan. Sedangkan seluruh pekerja sudah dievakuasi dengan bus yang dioperasikan oleh EMCO dan seluruh aparat keamanan sudah berjaga di lokasi.
Insiden ledakan ini diketahui tidak menimbulkan satu pun korban tewas dan terluka. Namun, seluruh gudang terbakar habis dan beberapa bangunan lain di sebelah gudang juga ikut terdampak.
Sementara itu, warga sekitar juga diwajibkan menutup jendela untuk menghindari masuknya polutan. Serta disarankan menggunakan masker dan menghindari pergi ke luar rumah jika tidak diperlukan.
2. Belum temukan dugaan intervensi asing dalam ledakan pabrik senjata

ilustrasi ledakan bom (pexels.com/Edu Raw) Pada saat yang sama, Menteri Dalam Negeri Bulgaria, Ivan Demerdzhiev mengatakan bahwa seluruh api sudah terkontrol. Namun, belum ditemukan adanya bukti bahwa ledakan ini bagian dari intervensi asing di Bulgaria.
Tak hanya itu, pemerintah setempat juga menginstruksikan warga di sekitar pabrik untuk mengungsi dari rumahnya sementara waktu. Penyebab ledakan ini masih diinvestigasi, tapi kemungkinan berasal dari masalah di dalam.
“Ketika material peledak dilibatkan, maka harus ada perlindungan nyawa warga sekitar dan petugas pemadam kebakaran yang bertugas memadamkan api,” tuturnya, dikutip dari BTA.
3. Drone masuk ke dalam teritori Bulgaria

ilustrasi bulgaria (unsplash.com/Fred Moon) Pekan lalu, Perdana Menteri Bulgaria, Rumen Radev mengatakan bahwa drone sudah masuk ke dalam wilayah udara Bulgaria di bagian utara. Drone tersebut diperkirakan meledak di perbatasan Rumania pada Sabtu (8/8/2026) pagi.
Dilansir Deutsche Welle, insiden inkursi drone itu diketahui masuk 1.000 meter tak jauh dari stasiun kompresor pipa gas alam Trans-Balkan. Pipa tersebut diketahui berfungsi mengalirkan gas alam dari Turki ke Ukraina.
PM Bulgaria itu menyebut, drone itu tidak terdeteksi oleh radar Bulgaria dan Rumania. Sebab drone yang masuk kali ini termasuk kecil dan cukup sulit untuk dideteksi keberadaannya.





















