Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uni Eropa Sumbang Rp18 T Bantu Rekonstruksi Awal Gaza
potret logo Uni Eropa (pexels.com/Dusan Cvetanovic)
  • Uni Eropa menyumbang Rp18 triliun untuk rekonstruksi awal Gaza, mencakup pembersihan reruntuhan dan pembangunan fasilitas dasar seperti kesehatan, air, serta sanitasi.
  • Proyek utama UE di Gaza fokus pada sistem manajemen limbah dan air, dengan dukungan dari Bank Dunia, Australia, dan Kanada untuk memperlancar proses rekonstruksi.
  • Dewan Perdamaian (BoP) memimpin misi rekonstruksi Gaza dengan dukungan dana dari negara-negara Timur Tengah dan AS, meski beberapa kontribusi masih tertunda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Uni Eropa (UE) menyumbang dana sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp18 triliun untuk membantu rekonstruksi awal di Jalur Gaza, Palestina, yang hancur imbas agresi Israel. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh UE pada Senin (13/7/2026).

“Kami akan mempresentasikan paket awal hari ini senilai hampir 900 juta euro atau 1 miliar dolar (Amerika Serikat). Sekarang, kita membutuhkan kondisi di lapangan yang memungkinkan bantuan tersebut sampai kepada masyarakat di Gaza,” kata Komisioner Uni Eropa untuk Mediterania, Dubravka Suica, seperti dilansir Times of Israel.

1. Rekonstruksi awal terdiri dari pembangunan fasilitas dasar

potret kamp pengungsian warga Palestina di Gaza (pexels.com/Hosny salah)

Rekonstruksi awal di Gaza ini akan meliputi sejumlah hal. Salah satunya adalah pembersihan reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel. Selain itu, rekonstruksi ini juga akan meliputi pembangunan fasilitas-fasilitas dasar, seperti fasilitas kesehatan, fasilitas air, dan fasilitas sanitasi. Sebab, ketiga fasilitas tersebut sangat penting bagi kemaslahatan warga Gaza.

“Pemerintah Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Swiss, bersama dengan Komisi Eropa dan Bank Investasi Eropa, turut berpartisipasi (dalam upaya rekonstruksi awal Gaza),” lanjut Suica.

2. UE bakal membangun sistem manajemen limbah dan air di Gaza

Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur lebur akibat serangan Israel. (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Suica menambahkan, UE sebetulnya sudah punya dua proyek pembangunan sebagai upaya rekonstruksi awal di Gaza. Dua proyek tersebut berkaitan dengan sistem manajemen limbah dan air. Suica mengaku sudah bertemu dengan delegasi Israel untuk membicarakan proyek tersebut. Mereka juga sudah menyetujuinya.

Selain UE, Suica mengatakan bahwa Bank Dunia juga ikut menyumbang sejumlah dana untuk memuluskan upaya rekonstruksi awal di Gaza. Namun, ia tidak menjelaskan jumlah pasti dana yang akan disumbang. Australia dan Kanada juga dikabarkan akan menyumbang dana untuk rekonstruksi awal di Gaza.

3. Rekonstruksi Gaza merupakan misi utama BoP

Sejumlah pemimpin negara sedang menghadiri peresmian pendirian Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di Davos, Swiss, pada Februari 2026. (commons.wikimedia.org/Press Service of the President of the Republic of Azerbaijan)

Sebetulnya, upaya rekonstruksi Gaza merupakan misi utama Dewan Perdamaian (BoP). Sebab, sejak resmi berdiri pada Februari lalu, BoP sudah berkomitmen untuk bertanggung jawab terhadap seluruh upaya rekonstruksi di wilayah tersebut. Misi tersebutlah yang juga menjadi alasan mengapa BoP didirikan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Untuk memuluskan rekonstruksi di Gaza, BoP menggalang dana dari berbagai negara, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan AS. Desain wilayah terbaru Gaza dalam upaya rekonstruksi ini juga sudah disiapkan. Sayangnya, upaya tersebut kini mengalami hambatan. Sebab, ada banyak negara yang kini belum menyerahkan uang sumbangannya agar Gaza bisa segera dibangun kembali.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article